Sabtu, 03 Oktober 2026

Kagum dengan Pentas TRILOGI Teater SATU Timor, Frans Go: Tinggal Pemimpin Buat Generasi Muda Lebih Kreatif


 Kagum dengan Pentas TRILOGI Teater SATU Timor, Frans Go: Tinggal Pemimpin Buat Generasi Muda Lebih Kreatif Pagelaran Pentas TRILOGI Teater SATU Timor yang dipentaskan di Taman Budaya Gerson Poyk Oepoi, Kota Kupang, Sabtu (8/6/2024). (Foto-Foto: Istimewa)

KUPANG, ARAHKITA.COM – Tokoh asal NTT yang juga sangat peduli dengan seni dan kebudayaan, Fransiscus Go mengaku kagum pada potensi yang dimiliki anak muda NTT. Hal tersebut disampaikan  usai menyaksikan pagelaran Pentas TRILOGI Teater SATU Timor yang dipentaskan di Taman Budaya Gerson Poyk Oepoi, Kota Kupang, Sabtu (8/6/2024).

“Keren..! Ya, tinggal pemimpinnya. Mau tidak membuat generasi muda lebih kreatif,” tandas Frans Go.

Pagelaran ini dalam rangka merayakan ulang tahunnya ke – 32 tahun ini, Teater SATU Timor mementaskan TRILOGI Teater Timor yang mengangkat karya-karya anak NTT.

Sutradara Deky Seo mengungkapkan, ada tiga karya yang dipentaskan dalam pagelaran tersebut. Pertama, “Kepada Umbu” karya Abner Raya Midara. “Selaku sutradara, ini merupakan karya puisi yang saya garap dalam musikalisasi puisi. Naskah ini menceritakan tentang kehidupan manusia yang terikat pada budaya, dan berada dalam modernisasi pendidikan. Karya ini digarap menggunakan nada lagu Sumba,” sebut Deky.

Foto Pentas-2

Kedua, “Mama Jangan Mati” karya Ati Dulang menggunakan tradisi Tei Guguh Hilli, tradisi bangsa Buna, Kemak-Belu. “Sebuah kolaborasi yang memberikan gambaran tentang budaya kita telah mati oleh zaman,” kata Deky.

Ketiga, “Pantun Gagal” karya Ragil Sukriwul. “Ini adalah puisi yang dipilih untuk dimasukan dalam trilogi kali ini. Menceritakan tentang kehidupan pada masa sulit jaman dulu muda-mudi Kupang. Karya ini dipentaskan IDG genre jenaka,” tandasnya.

Pementasan TRILOGI Teater SATU Timor, kata Deky, mendapat dukungan penuh pemerhati komunitas milenial, Fransiscus Go. Bahkan, CEO GMT Institute itu datang dari Jakarta menyaksikan langsung pementasan tersebut.

Foto Pentas-3

“Bung Frans Go seorang muda dan energik yang mulai bergabung bersama Teater SATU Timor, dan menyaksikan pagelaran karya-karya ini. Beliau menjadi pendukung utama pementasan ini,” pungkas Deky Seo sembari menyebutkan, penonton pementasan TRILOGI Teater SATU itu ada yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, mahasiswa Undana, IAKN, dan Muhammadyah serta seniman se-Kota Kupang.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Membangun NTT Terbaru