Sabtu, 03 Oktober 2026

Soal Membangun NTT, Frans Go Tegaskan Tak Mesti Jadi Gubernur


 Soal Membangun NTT, Frans Go Tegaskan Tak Mesti Jadi Gubernur Pengamat Ketenagakerjaan dan Pendidikan, Investor di Maluku dan NTT, Ir. Fransiskus Go, S.H tampil sebagai Keynote Speaker dengan paparan berjudul:Peluang dan Tantangan Investasi di Remote Area, Perbatasan/Daerah Kepulauan Maluku dan NTT dalam kegiatan SCU For Indonesia pada Selasa, 30 April 2024 bertempat di Gedung Teater Thomas Aquinas, Soegijapranata Catholic University (SCU), Semarang, Jawa Tengah. (Foto: IG fransiscus_go)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Direktur Yayasan Felix Maria Go, Fransiskus Go yang digadang-gadang maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT pada 27 November 2024 menegaskan membangun NTT tidak mesti jadi Gubernur.

"Tidak mesti menjadi seorang Gubernur, baru kita membangun NTT. Artinya jadi DPR juga bisa bantu NTT, jadi Menteri juga harus bisa bantu NTT. Saya sebagai pengusaha juga bisa bantu NTT. Jadi, kenapa harus berebutan jadi Gubernur NTT?," tegas Frans Go saat ditemui dalam sebuah acara resepsi pernikahan di Jakarta, Minggu, 5 Mei 2024.

Ditanya terkait begitu banyak dukungan terhadap dirinya untuk maju menjadi menjadi calon Gubernur NTT periode 2024-2029, Frans Go kembali menegaskan bahwa membangun NTT tidak mesti jadi Gubernur.

Menurut CEO GMT Institute itu, dengan talenta dan kapasitas yang dimiliki masing-masing orang, maka bisa bersumbangsih dan berkontribusi membangun Bumi Flobamora.

"Ngapain tunggu harus jadi Gubernur baru kita dengan lantang berteriak, 'saya akan bangun NTT'. 'Saya siap memberikan yang terbaik untuk NTT'. Berbuat dulu lah, biar masyarakat tahu, apa yang sudah kita berikan bagi daerah kita," sentil Fransiscus Go.

Pengusaha asal Timor Tengah Utara itu menandaskan, dengan status NTT masuk kategori daerah tertinggal di Indonesia, sudah saatnya NTT dibangun dari segala aspek, tanpa perlu janji-janji politik.

"Masyarakat sudah pada pintar. Bisa melihat karya dan dedikasi seseorang. Tapi bagi saya pribadi, jika kita komit mau membangun NTT, tak perlu menjadi Gubernur," tandasnya.

Dia mengaku baru saja menjadi pembicara di seminar bertajuk, “SCU for Indonesia, Exploring the Potentials of Remote, Border Areas, and Islands at Eastern Indonesia (Maluku & NTT)" yang diselenggarakan Soegijapranata Catholic University (SCU), Selasa, 30 April 2024 di Theater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Semarang, Jawa Tengah.

"Saat itu, saya katakan, NTT memiliki potensi ekonomi yang jika dikelola secara optimal, akan menyejahterakan masyarakat. Misalnya, komoditi kopi, cokelat, tebu, perikanan dan pariwisata," jelas tokoh asal NTT ini.

"Di situ dibutuhkan komitmen seorang calon Gubernur membawa perubahan ke arah yang lebih baik, dengan mengelola komoditi tersebut," pungkasnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Membangun NTT Terbaru