Loading
Ilustrasi: Freepik.com
JAKARTA, ARAHKITA.COM -Para pria yang sudah memasuki usia 50 tahun dianjurkan untuk melakukan deteksi kanker prostat. Pemeriksaan rutin penting dilakukan karena risiko kanker prostat meningkat seiring dengan pertambahan usia.
"Faktor risiko yang paling jelas adalah usia karena risiko kanker prostat di atas 50 tahun," ujar Dokter spesialis urologi Rainy Umbas dalam acara 5K Amazing Run: Ambil Kendali, Lakukan Skrining Kanker di Jakarta Pusat, Minggu (25/2).
Pemeriksaan dini risiko kanker prostat perlu dilakukan terutama bagi yang anggota keluarganya memiliki riwayat penyakit tersebut. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan, 50 persen pasien kanker prostat di Indonesia baru melakukan deteksi ketika kondisi penyakitnya telah berada pada stadium lanjut.
Oleh karena itu, deteksi dini kanker prostat sangat penting, karena bila ditemukan pada stadium awal, penanganan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Rainy menjelaskan kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria. Menurutnya, penyakit tersebut tidak memiliki tanda-tanda atau gejala khusus layaknya jenis kanker lain. Umumnya penderita kanker prostat sering merasakan kesulitan menahan buang air kecil terutama pada malam hari.
"Kanker prostat itu barangnya aja ga keliatan, kalau (kanker) payudara keliatan, (kanker) paru bisa terasa. Kalau prostat tidak terasa, tidak keliatan, nah ini yang jadi masalah," ujar Rainy.
Rainy menekankan pentingnya mencegah kanker prostat sejak usia muda, yakni dengan menjalani pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan tidak berlebihan, berjemur di bawah sinar matahari pagi, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran terutama yang mengandung likopen.
"Di Indonesia banyak sekali sayuran yang berwarna merah seperti pepaya, tomat, semangka. Teh hijau itu juga salah satu cara mencegah. Kemudian yang terutama dan banyak di tempat kita itu adalah produk-produk kedelai," sebut Rainy.