Sering Mengantuk Setelah Makan Siang? Ahli Gizi Ungkap Cara Menjaga Energi Tetap Stabil


 Sering Mengantuk Setelah Makan Siang? Ahli Gizi Ungkap Cara Menjaga Energi Tetap Stabil Mengantuk

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Rasa kantuk dan tubuh lemas setelah makan siang menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang, terutama pada rentang waktu pukul 13.00 hingga 15.00. Kondisi ini memang normal, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi.

Para ahli gizi menyebutkan bahwa perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup dapat membantu menjaga energi tetap stabil sehingga produktivitas tidak terganggu sepanjang hari.

Ahli gizi Kileigh Job menjelaskan bahwa salah satu kunci utama untuk menghindari penurunan energi adalah memilih makanan yang seimbang saat sarapan maupun makan siang.

"Makanan yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung energi yang bertahan lebih lama," ujar Job.

Menurutnya, kebiasaan melewatkan waktu makan atau terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan justru dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi secara cepat. Akibatnya, rasa kantuk dan lemas lebih mudah muncul setelah makan.

Pendapat serupa disampaikan ahli gizi Hannah Coven yang menekankan pentingnya sarapan sebagai fondasi energi sepanjang hari.

Ia menjelaskan bahwa sarapan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu tubuh mempertahankan kadar energi lebih stabil hingga siang dan sore hari.

Selain memperhatikan asupan makanan, aktivitas fisik ringan juga berperan penting dalam mengurangi rasa kantuk setelah makan siang.

Job mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki ringan setelah duduk terlalu lama dapat membantu meningkatkan energi sekaligus mendukung pengendalian kadar gula darah setelah makan.

Sementara itu, ahli gizi Laney Miller menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

"Ketika aliran darah dan oksigen meningkat, tingkat kewaspadaan tubuh juga akan lebih baik," jelas Miller.

Para ahli menyarankan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit setelah makan siang atau berdiri dan bergerak setiap satu hingga satu setengah jam. Langkah kecil tersebut dinilai cukup efektif untuk membantu tubuh tetap segar.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah kecukupan cairan tubuh. Menurut Job, dehidrasi ringan dapat memicu berbagai gejala seperti kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga mudah tersinggung pada siang hari.

Karena itu, ia menyarankan untuk membiasakan minum air putih secara teratur dan menyiapkan botol minum di dekat meja kerja agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Meski secangkir kopi sering menjadi pilihan untuk melawan kantuk, para ahli mengingatkan agar konsumsi kafein tidak berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat mengganggu kualitas tidur malam, yang pada akhirnya membuat tubuh lebih lelah keesokan harinya.

Secara umum, para ahli merekomendasikan tiga langkah utama untuk menjaga energi tetap stabil setelah makan siang. Pertama, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, serat, dan lemak sehat. Kedua, rutin melakukan aktivitas fisik ringan. Ketiga, memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari.

Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut, rasa kantuk dan lemas setelah makan siang dapat diminimalkan sehingga aktivitas harian tetap berjalan optimal.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru