Cara Merawat Kulit Remaja saat Pubertas, Dokter Ungkap Rutinitas Sederhana Cegah Jerawat


 Cara Merawat Kulit Remaja saat Pubertas, Dokter Ungkap Rutinitas Sederhana Cegah Jerawat Ilustrasi kulit sehat.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Masa pubertas menjadi fase penting yang ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit. Peningkatan hormon pada masa ini dapat memicu produksi minyak berlebih yang sering kali berujung pada munculnya jerawat, komedo, hingga kulit berminyak.

Ditulis laman Channel News Asia, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, dokter spesialis kulit Dr. Stephanie Ho menjelaskan bahwa perubahan hormonal saat memasuki usia remaja membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri yang kemudian memicu peradangan.

"Saat kulit bertransisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja, peningkatan produksi minyak dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan komedo hitam, komedo putih, serta jerawat," ujar Dr. Ho, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Menurutnya, jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum dialami remaja. Bahkan, sekitar 90 hingga 96 persen remaja mengalami jerawat dalam berbagai tingkat keparahan.

"Anak perempuan umumnya mulai mengalami perubahan ini pada usia 11 hingga 13 tahun, sedangkan anak laki-laki cenderung mengalaminya pada usia 13 hingga 14 tahun," katanya.

Untuk menjaga kesehatan kulit selama masa pubertas, Dr. Ho menyarankan rutinitas perawatan yang sederhana namun konsisten. Setidaknya ada tiga produk dasar yang perlu digunakan setiap hari.

Pertama, pembersih wajah yang lembut untuk membantu mengangkat kotoran dan minyak tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Kedua, pelembap ringan guna menjaga keseimbangan kelembapan kulit. Ketiga, tabir surya spektrum luas dengan SPF 50 atau lebih tinggi yang digunakan saat beraktivitas di luar ruangan.

Menurutnya, penggunaan produk yang terlalu banyak justru tidak selalu diperlukan bagi remaja yang baru mulai mengenal perawatan kulit.

Bagi remaja yang mulai mengalami masalah jerawat, beberapa bahan aktif dinilai dapat membantu mengendalikan kondisi kulit.

Niasinamida menjadi salah satu bahan yang direkomendasikan karena mampu mengurangi peradangan sekaligus membantu mengontrol produksi minyak berlebih.

Selain itu, asam azelaik bermanfaat untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat, melawan bakteri penyebab jerawat, mengurangi kemerahan, serta membantu menyamarkan bekas jerawat.

Sementara itu, benzoil peroksida dikenal efektif membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan karena dapat memicu iritasi pada kulit sensitif.

Bahan lainnya adalah asam salisilat yang bekerja dengan mengangkat sel kulit mati, mengurangi peradangan, dan membantu melarutkan minyak yang menumpuk di dalam pori-pori.

"Bahan-bahan ini tersedia tanpa resep, tetapi harus diperkenalkan secara bertahap untuk melihat toleransi kulit. Jika jerawat tidak membaik atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit," jelas Dr. Ho.

Dr. Ho mengingatkan bahwa mencuci wajah terlalu sering bukanlah solusi untuk mengatasi kulit berminyak. Kebiasaan tersebut justru dapat merusak lapisan pelindung alami kulit dan memicu iritasi.

Ia menyarankan remaja mencuci wajah maksimal dua kali sehari dan selalu menggunakan pelembap setelahnya.

Selain itu, penggunaan produk eksfoliasi seperti AHA, BHA, maupun retinoid secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi kulit.

Kebiasaan menyentuh wajah atau memencet jerawat juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan bakteri masuk ke kulit dan memperparah peradangan.

Tak hanya perawatan dari luar, kondisi kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Anak-anak dan remaja yang aktif berolahraga serta mudah berkeringat disarankan segera mandi setelah beraktivitas untuk mengurangi penumpukan bakteri pada kulit.

Pola makan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Konsumsi makanan tinggi gula, produk susu tertentu, serta makanan dengan indeks glikemik tinggi disebut dapat memicu munculnya jerawat pada sebagian orang.

"Pola makan dapat memengaruhi jerawat melalui jalur hormonal dan metabolik yang kompleks," kata Dr. Ho.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk dan tingkat stres yang tinggi juga dapat meningkatkan produksi minyak serta memicu peradangan yang memperburuk jerawat.

Meski jerawat dan kulit berminyak merupakan bagian normal dari masa pubertas, membangun kebiasaan perawatan kulit yang tepat sejak dini dapat membantu remaja menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan rasa percaya diri.

Dengan rutinitas yang sederhana, pola hidup sehat, serta penanganan yang tepat saat diperlukan, remaja dapat melewati masa pubertas dengan kulit yang lebih sehat dan terawat.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru