Loading
Ilustrasi - Seorang anak memasukkan uang koin ke dalam tempat penyimpanan. (Pexels)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Membekali anak dengan literasi keuangan sejak usia dini dinilai menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting bagi keluarga. Pemahaman mengenai cara mengelola uang tidak hanya membantu anak membangun kebiasaan finansial yang sehat, tetapi juga membuat mereka lebih menghargai usaha orang tua dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perencana keuangan sekaligus pendiri DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya, menilai pendidikan keuangan dalam keluarga perlu diberikan secara bertahap sesuai usia anak agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini investasi jangka panjang yang sering diremehkan," kata Aliyah Jumat (5/6/2026).
Menurut lulusan program Magister Daya Saing Ekonomi dan Bisnis Internasional dari University of Birmingham tersebut, pengenalan konsep keuangan sejak kecil dapat membantu anak memahami nilai uang dan pentingnya perencanaan finansial.
Aliyah menjelaskan, orang tua dapat memulai pendidikan keuangan dari hal-hal sederhana. Untuk anak usia dini, misalnya, dengan mengenalkan konsep uang jajan, kebiasaan menabung, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Sementara itu, anak yang beranjak remaja dapat mulai diajak memahami gambaran biaya pendidikan dan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi selama menempuh sekolah atau kuliah.
Dengan pendekatan yang tepat, anak akan memahami bahwa pendidikan dan berbagai kebutuhan hidup memerlukan perencanaan keuangan yang matang dari keluarga.
Menurut Aliyah, keterbukaan orang tua mengenai kondisi keuangan keluarga secara proporsional dapat membantu anak lebih bertanggung jawab dalam menggunakan uang.
Selain itu, pelibatan anak dalam diskusi sederhana terkait keuangan keluarga juga dapat melatih kemampuan mereka dalam mengambil keputusan konsumsi yang lebih bijak.
"Anak yang tumbuh dengan kesadaran finansial akan lebih menghargai investasi yang diberikan orang tua dan lebih siap menghadapi realitas finansial di masa dewasa," ujarnya.
Aliyah menekankan bahwa pendidikan keuangan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi atau kebutuhan besar. Edukasi finansial perlu menjadi bagian dari kebiasaan yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Menurutnya, anak yang terbiasa memahami konsep pengelolaan uang sejak dini akan memiliki fondasi yang lebih kuat ketika memasuki usia produktif dan mulai mengelola keuangannya sendiri.
Dengan membangun literasi keuangan sejak kecil, keluarga tidak hanya membantu anak menjadi lebih mandiri secara finansial, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.