Loading
Ilustrasi - Kolase foto para model memamerkan busana karya perancang busana Virginie Viard untuk rumah mode Chanel untuk koleksi musim semi/musim panas 2022 dalam rangkaian Paris Fashion Week 2022 pada Selasa (5/10) waktu setempat. (Gorunway.com/Alessandro Viero)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Mengenakan pakaian berlapis atau layering tidak selalu identik dengan cuaca dingin. Dengan teknik yang tepat, gaya berbusana berlapis tetap bisa diterapkan saat musim panas tanpa membuat tubuh gerah atau tidak nyaman.
Desainer kreatif sekaligus Direktur Gargee Designer, Ravi Gupta, mengatakan kunci utama layering musim panas terletak pada pemilihan bahan yang ringan, mudah menyerap keringat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
“Musim panas tetap memungkinkan untuk mengenakan pakaian berlapis, asalkan dilakukan dengan teknik yang cerdas,” ujar Ravi Gupta, seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ravi, kesalahan yang sering dilakukan adalah memilih bahan sintetis yang cenderung tebal dan kurang memiliki ventilasi udara. Akibatnya, panas tubuh terperangkap dan membuat pemakainya cepat merasa gerah.
Sebagai alternatif, ia merekomendasikan bahan alami dan ringan seperti linen, katun, modal, dan tencel yang dikenal memiliki karakteristik lebih sejuk.
“Linen menjadi pilihan favorit saat musim panas karena ringan dan nyaman, sementara katun memberikan kesejukan untuk aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, bahan tipis atau bertekstur jala (mesh) juga dapat digunakan untuk menciptakan efek berlapis tanpa membuat tampilan terasa berat.
Selain bahan, potongan pakaian juga berperan penting dalam menciptakan kenyamanan saat cuaca panas.
Ravi menjelaskan bahwa pakaian yang terlalu ketat dapat menghambat sirkulasi udara sehingga tubuh lebih mudah berkeringat. Sebaliknya, siluet longgar memberikan ruang bagi udara untuk mengalir dengan lebih bebas.
“Pakaian longgar membuat tubuh lebih nyaman karena udara dapat bergerak dengan mudah di sekitar tubuh,” katanya.
Bagi yang ingin tampil modis tanpa mengenakan banyak lapisan pakaian, Ravi menyarankan untuk menciptakan kesan layering secara visual.
“Salah satu teknik layering musim panas yang paling efektif adalah menciptakan tampilan pakaian berlapis secara visual, bukan secara harfiah,” ujarnya.
Contohnya adalah memadukan kemeja berkancing yang terbuka dengan tank top atau kaus tipis di bagian dalam. Kombinasi ini memberikan tampilan berlapis sekaligus menjaga sirkulasi udara tetap optimal.
Pilihan lain adalah mengenakan rajut tipis di bahu atau mengikatnya di pinggang sebagai elemen gaya tambahan tanpa menambah rasa panas.
Rompi tanpa lengan berbahan linen juga bisa menjadi opsi menarik untuk menciptakan tampilan yang lebih dinamis selama musim panas.
Bagi yang tidak ingin mengenakan banyak lapisan pakaian, aksesori dapat menjadi solusi untuk menciptakan dimensi pada penampilan.
Ravi merekomendasikan penggunaan bandana ringan, syal berbahan menyerap keringat, perhiasan sederhana, hingga kaus kaki berwarna cerah yang dipadukan dengan sepatu loafers atau sneakers.
Aksesori tersebut mampu memberikan karakter pada gaya berpakaian tanpa mengorbankan kenyamanan.
Selain bahan dan model pakaian, pemilihan warna juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat musim panas.
Warna-warna terang seperti putih, pastel, dan nuansa netral lembut dinilai lebih efektif memantulkan panas dibandingkan warna gelap.
Selain membantu tubuh tetap terasa sejuk, pilihan warna tersebut juga memberikan kesan bersih, segar, dan elegan untuk berbagai aktivitas.