Wajah Bengkak Bisa Jadi Tanda Stres Berlebihan, Ini Penjelasan Dokter


 Wajah Bengkak Bisa Jadi Tanda Stres Berlebihan, Ini Penjelasan Dokter Ilustrasi seseorang mengalami stres. ANTARA/Pixabay

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kondisi wajah ternyata bisa menjadi salah satu sinyal kesehatan tubuh dan mental seseorang. Wajah yang tampak bengkak, sembap, atau terasa berat tidak selalu disebabkan kurang tidur atau konsumsi makanan asin, tetapi juga bisa menjadi tanda stres berlebihan.

Menurut laporan Hindustan Times yang dikutip pada Rabu (13/5/2026), stres kronis dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang, termasuk perubahan pada wajah.

Direktur Neurologi Fortis Noida, Jyoti Bala Sharma menjelaskan bahwa wajah bengkak terkadang menunjukkan tubuh sudah mengalami tekanan stres yang cukup serius.

“Stres bukan hanya bersifat emosional, tetapi juga biologis. Saat stres, tubuh melepaskan hormon yang mempersiapkan respons melawan atau melarikan diri,” ujar Dr Sharma.

Menurutnya, stres dalam kadar tertentu sebenarnya dapat membantu meningkatkan fokus dan motivasi. Namun, masalah muncul ketika stres berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut bisa memicu kelelahan, gangguan tidur, pembengkakan wajah, hingga perubahan emosional yang terlihat jelas.

“Meski berguna dalam keadaan darurat, aktivasi respons ini secara berulang atau berkepanjangan dapat menjadi berbahaya,” katanya.

Dr Sharma menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi tubuh dalam banyak aspek. Secara fisik, seseorang bisa mengalami:

  • sakit kepala,
  • ketegangan otot,
  • tekanan darah tinggi,
  • gangguan tidur,
  • masalah pencernaan,
  • tubuh mudah lelah,
  • hingga sulit berkonsentrasi.

Dalam jangka panjang, stres juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti gangguan jantung, stroke, dan masalah kontrol gula darah.

Selain fisik, stres berlebihan juga dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan, depresi, emosi tidak stabil, hingga rasa percaya diri yang menurun.

Dr Sharma menyebut stres terbagi menjadi dua jenis, yaitu stres jangka pendek dan stres kronis.

Stres jangka pendek biasanya muncul menjelang ujian, wawancara kerja, presentasi, atau situasi penting lain dan justru membantu tubuh tetap fokus.

Sementara itu, stres kronis berlangsung dalam waktu lama akibat tekanan pekerjaan, masalah keuangan, hubungan pribadi, penyakit, atau trauma emosional.

Untuk membantu mengurangi stres, Dr Sharma menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti:

  • tidur cukup dan teratur,
  • mengurangi konsumsi kafein,
  • menghindari alkohol dan rokok,
  • rutin berolahraga,
  • melakukan yoga atau meditasi,
  • meluangkan waktu bersama keluarga dan teman,
  • serta mencari bantuan profesional bila stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Rutin berolahraga termasuk aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” ujar dia.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru