Loading
Ilustrasi seseorang berjalan tanpa alas kaki secara terus menerus dapat menyebabkan munculnya lapisan keras pada kulit atau kapalan. ANTARA/HO-Pixabay
JAKARTA,ARAHKITA.COM - Gesekan berulang pada kulit kaki, seperti akibat berjalan tanpa alas kaki, penggunaan sepatu yang terlalu sempit, atau tekanan di area tertentu, dapat memicu munculnya kapalan. Kondisi ini merupakan respons alami tubuh untuk melindungi kulit dari tekanan berlebih.
Menurut laporan Channel News Asia, kapalan dapat muncul sepanjang tahun dan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan menebal, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit, pecah, hingga meningkatkan risiko infeksi.
Dokter kulit Dr. Chang B. Son menjelaskan bahwa kapalan adalah area kulit yang mengeras sebagai bentuk perlindungan alami tubuh.
“Kapalan muncul sebagai area kulit yang menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar. Biasanya tidak sakit, tetapi jika terlalu tebal bisa menjadi sensitif dan tidak nyaman saat ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini bahkan dapat memengaruhi keseimbangan saat berjalan jika sudah terlalu parah.
Dokter kulit Dr. Jacob Beer menyebutkan bahwa sepatu yang tidak sesuai ukuran menjadi salah satu pemicu utama kapalan. Sepatu yang terlalu sempit, hak tinggi, atau kaus kaki yang menggumpal dapat meningkatkan tekanan pada kulit kaki.
Untuk pencegahan, ia menyarankan penggunaan alas kaki yang pas dan memiliki dukungan yang baik. Dalam beberapa kasus, penggunaan ortotik juga bisa membantu mengurangi tekanan pada kaki.
Sementara itu, dokter spesialis kaki Dr. Sari Priesand mengingatkan pentingnya tidak berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun luar ruangan.
“Di dalam rumah, gunakan sandal atau alas kaki yang nyaman. Kaos kaki saja tidak cukup untuk mencegah kapalan,” jelasnya.
Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi kapalan, seperti:
Namun, dokter menegaskan bahwa pengangkatan kulit harus dilakukan hati-hati agar tidak menimbulkan luka atau infeksi.
Dr. Son juga menyarankan penggunaan pelembap yang mengandung urea untuk membantu melunakkan kulit keras. Selain itu, produk dengan asam salisilat dapat membantu mengangkat sel kulit mati, meski efeknya terbatas pada kapalan yang ringan.
Dokter Beer mengingatkan bahwa beberapa produk pengelupas kulit justru dapat membuat kulit semakin kering jika mengandung alkohol.
Jika kapalan sudah menebal, terasa nyeri, atau tidak membaik dengan perawatan rumahan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit atau dokter spesialis kaki.
Penanganan medis diperlukan untuk mencegah komplikasi seperti mata ikan, kutil, hingga risiko gangguan kulit yang lebih serius.