Segar Banget saat Berbuka, Tapi Bolehkah Langsung Minum Air Es?


 Segar Banget saat Berbuka, Tapi Bolehkah Langsung Minum Air Es? Ilustrasi - Orang memilih air dingin saat berbuka puasa karena terasa segar setelah seharian menahan haus. (siloamhosipital)g

SETELAH seharian menahan haus, segelas air dingin saat berbuka puasa memang terasa seperti “penyelamat”. Sensasi segarnya cepat membuat tubuh terasa lega dan tenggorokan kembali nyaman. Tidak heran jika banyak orang memilih minuman dingin sebagai tegukan pertama saat azan magrib tiba.

Namun, tidak sedikit juga yang justru merasakan hal berbeda. Ada yang tiba-tiba perutnya terasa kaget, muncul rasa kembung, bahkan ulu hati terasa kurang nyaman. Dari pengalaman itu muncul pertanyaan yang sering terdengar saat Ramadan: sebenarnya aman tidak langsung minum air dingin saat berbuka?

Menurut pendekatan kesehatan yang dibagikan di Millway jawabannya tidak sesederhana boleh atau tidak. Air dingin pada dasarnya aman untuk sebagian besar orang, tetapi respons tubuh setiap orang bisa berbeda. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana tubuh bereaksi dan bagaimana cara kita mengatur pola berbuka.

Tubuh Sedang Beradaptasi Setelah Puasa

Saat berbuka, tubuh sebenarnya sedang berada dalam fase transisi. Selama berjam-jam tidak menerima makanan dan minuman, lambung berada dalam kondisi kosong dan sistem pencernaan bekerja lebih lambat.

Ketika makanan atau minuman pertama masuk, tubuh mulai “menyalakan kembali” proses pencernaan. Dalam kondisi ini, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap apa pun yang masuk, termasuk suhu minuman.

Bagi sebagian orang, air dingin langsung memberi rasa segar tanpa masalah. Tetapi pada orang lain, minuman yang terlalu dingin bisa memicu sensasi kram ringan, perut terasa penuh, atau muncul rasa tidak nyaman sementara.

Jadi, Bolehkah Minum Air Dingin saat Berbuka?

Secara umum, minum air dingin saat berbuka sebenarnya aman, selama tidak berlebihan dan diminum secara perlahan.Air tetaplah air, dan tubuh tetap membutuhkan hidrasi setelah berpuasa. Namun, kata “aman” tidak selalu berarti “paling nyaman” untuk semua orang.

Bagi orang yang memiliki masalah pencernaan seperti maag atau GERD, minuman yang sangat dingin kadang bisa memicu sensasi “kaget” pada lambung. Efeknya biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa membuat momen berbuka terasa kurang nyaman.

Tanda Tubuh Kurang Cocok dengan Minuman Dingin

Tubuh biasanya memberi sinyal yang cukup jelas. Jika beberapa hal berikut sering terjadi setelah minum air dingin saat berbuka, mungkin tubuh Anda lebih cocok dengan minuman bersuhu netral.

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Perut terasa kram atau mules ringan setelah minum pertama
  • Perut cepat terasa kembung atau begah
  • Ulu hati terasa tidak nyaman atau seperti asam naik
  • Tenggorokan terasa tidak enak atau memicu batuk
  • Tubuh terasa “kaget” dan butuh waktu untuk kembali stabil.

Jika tanda-tanda ini sering muncul, tidak ada salahnya mencoba cara berbuka yang lebih lembut untuk pencernaan.

Mengapa Air Suhu Ruang Lebih Sering Disarankan?

Banyak ahli kesehatan menyarankan air bersuhu ruang atau hangat saat berbuka bukan karena air dingin berbahaya, tetapi karena suhu netral lebih mudah diterima oleh lambung yang baru mulai bekerja kembali.

Minuman bersuhu ruang membantu tubuh beradaptasi secara lebih halus setelah puasa. Terutama jika kondisi tubuh sedang lelah atau pencernaan sedang sensitif.

Itulah sebabnya banyak orang memulai berbuka dengan air biasa terlebih dahulu, lalu menikmati minuman dingin setelah beberapa saat.

Cara Minum yang Lebih Nyaman Saat Berbuka

Jika Anda termasuk penggemar minuman dingin, sebenarnya tidak perlu menghindarinya sepenuhnya. Yang penting adalah mengatur cara dan urutannya.

Di Millway, ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba agar berbuka tetap nyaman:

  • Mulai dengan 3–5 teguk air suhu ruang sebelum minuman lain
  • Minum secara perlahan, jangan langsung banyak sekaligus
  • Hindari es berlebihan pada tegukan pertama
  • Jika ingin minuman dingin, pilih yang sejuk, bukan terlalu es
  • Perhatikan makanan pembuka—gorengan dan makanan pedas sering lebih memicu masalah daripada suhu minuman.

Dengan cara ini, tubuh bisa beradaptasi lebih baik saat mulai menerima makanan dan minuman.

Kapan Sebaiknya Lebih Berhati-hati?

Ada beberapa kondisi di mana sebaiknya Anda lebih memperhatikan jenis minuman saat berbuka, terutama jika sedang mengalami gangguan lambung.

Misalnya jika:

  • Maag atau GERD sedang sering kambuh
  • Perut mudah kembung saat kosong
  • Sedang mengalami mual
  • Tenggorokan sedang sensitif atau batuk

Dalam kondisi seperti ini, memilih minuman bersuhu netral bisa membantu menjaga kenyamanan tubuh saat berbuka.

Berbuka Adalah Momen Memulihkan Ritme Tubuh

Berbuka puasa sebenarnya bukan tentang seberapa cepat kita menghilangkan rasa haus. Momen ini adalah waktu bagi tubuh untuk kembali ke ritme normal secara perlahan.

Air dingin memang bisa terasa sangat menyegarkan, dan bagi banyak orang tetap aman untuk dikonsumsi. Namun bagi sebagian lainnya, minuman bersuhu ruang mungkin memberikan rasa yang lebih nyaman.

Di Millway, prinsipnya sederhana: pilihan terbaik adalah yang membuat tubuh terasa lebih tenang dan stabil. Jika tubuh merasa nyaman, kebiasaan itu bisa dipertahankan secara konsisten sepanjang Ramadan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru