Loading
Ilustrasi ibu dan anak (ANTARA/pexels)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penelitian terbaru dari Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel, menemukan metode baru untuk mengukur hormon oksitosin melalui sampel rambut yang dinilai mampu memprediksi kekuatan ikatan emosional antara ibu dan anak.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology ini menganalisis sampel rambut dari 28 ibu dan anak-anak mereka dengan usia rata-rata 4,5 tahun. Metode tersebut memberikan gambaran kadar hormon yang stabil selama periode hingga tiga bulan.
“Berbeda dengan tes air liur yang hanya menangkap kondisi sesaat, analisis rambut memungkinkan kami melihat profil hormonal jangka panjang,” ungkap tim peneliti Universitas Ben-Gurion dalam pernyataan resminya, Rabu (4/2/2026)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kadar oksitosin rambut yang lebih tinggi cenderung memiliki interaksi yang lebih hangat dengan anak, termasuk keterbukaan emosional, sensitivitas, dan sikap suportif. Pola ini diamati melalui sesi bermain ibu dan anak selama 20 menit.
Menariknya, pengaruh tersebut paling kuat terlihat ketika kadar oksitosin anak berada pada level rendah hingga sedang. Dalam kondisi ini, peran oksitosin ibu dinilai sangat menentukan kualitas interaksi yang terbangun.
“Oksitosin dikenal sebagai hormon ikatan sosial. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa perannya sangat krusial dalam pola asuh dan kedekatan emosional orang tua dengan anak,” jelas peneliti.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa kadar oksitosin dalam rambut berpotensi menjadi penanda biologis baru untuk memahami fondasi hubungan keluarga yang sehat dan penuh kasih, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara emosional.
Ke depan, metode ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam riset psikologi perkembangan maupun intervensi dini terkait hubungan orang tua dan anak.