Selasa, 27 Januari 2026

Serunya Anak Muda Mulai Nyoba Yoga, Bukan Cuma soal Lentur


 Serunya Anak Muda Mulai Nyoba Yoga, Bukan Cuma soal Lentur Millway Yoga untuk Class Pemula yang diselenggarakan di Nara Kupu Village, Sawangan, Depok, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Dok. Millway)

SAWANGAN, ARAHKITA.COM - Yoga dulu kerap dipersepsikan sebagai aktivitas ringan—sekadar stretching atau pelengkap olahraga. Namun, pandangan itu perlahan bergeser. Kini, semakin banyak anak muda yang mulai melihat yoga sebagai bagian dari kebutuhan hidup, bukan sekadar tren sesaat.

Di tengah ritme hidup yang serba cepat, penuh distraksi digital, dan tuntutan produktivitas, yoga hadir sebagai ruang jeda. Sebuah momen untuk berhenti sejenak, bernapas, dan kembali menyadari kondisi tubuh.

“Banyak anak muda datang ke yoga dengan anggapan harus lentur atau jago pose. Padahal yoga bukan soal performa, tapi soal kesadaran terhadap tubuh,” ujar Farras Yudha, COO Millway di sela acara Millway Yoga untuk Class Pemula yang diselenggarakan di Nara Kupu Village, Sawangan, Depok, Sabtu (24/1/2026).

Kelas Perdana dengan 22 Peserta yang Antusias

Antusiasme anak muda terlihat jelas pada kelas perdana yoga di Millway yang diikuti total 22 peserta. Meski baru pertama kali digelar, kelas ini mendapat respons positif dari para peserta.

Menurut Farras, sebagian besar peserta bahkan belum pernah mencoba yoga sebelumnya.

“Mayoritas baru pertama kali yoga, tapi mereka sangat antusias. Banyak yang bilang butuh ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas,” jelasnya.

Yoga Bukan Tentang Fleksibilitas, tapi Mengenal Tubuh

Berbeda dengan olahraga yang menekankan capaian fisik, yoga justru mengajak setiap orang bergerak sesuai kapasitas tubuhnya. Inilah yang membuat yoga terasa lebih inklusif dan relevan bagi generasi muda.

Menurut Farras, yoga membantu seseorang lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri.

“Setiap hari tubuh kita bisa berbeda. Yoga mengajarkan untuk menerima kondisi itu, bukan memaksakan standar tertentu,” jelasnya.

Gerak Pelan yang Mengembalikan Napas

Ritme yoga yang cenderung pelan memberi ruang untuk menyelaraskan gerak dan napas. Bagi anak muda yang terbiasa hidup serba cepat, sesi yoga sering terasa seperti menekan tombol pause.

“Banyak peserta baru sadar kalau selama ini napasnya pendek dan terburu-buru. Saat napas mulai tertata, pikiran ikut lebih tenang,” kata Farras.

Dampak Nyata ke Mood dan Fokus Harian

Manfaat yoga memang tidak selalu instan, tetapi terasa konsisten. Praktik rutin membantu tubuh lebih rileks, emosi lebih stabil, dan kualitas tidur membaik.

“Perubahannya halus, tapi nyata. Mood lebih stabil, tidur lebih nyenyak, dan fokus saat beraktivitas juga meningkat,” tambahnya.

Kesalahan Umum saat Baru Memulai Yoga

Banyak pemula berhenti karena menganggap yoga harus dilakukan lama atau dengan pose yang rumit. Padahal, anggapan ini justru menjauhkan dari esensi yoga itu sendiri.

“Yoga tidak harus sempurna. Lima sampai sepuluh menit gerak sadar sudah cukup, asalkan dilakukan secara konsisten,” ungkap Farras.

Pendekatan Millway: Yoga sebagai Perawatan, Bukan Paksaan

Di Millway, yoga diposisikan sebagai praktik merawat tubuh, bukan memaksanya berubah. Pendekatan ini membuat yoga terasa lebih membumi dan realistis untuk dijalani anak muda.

Beberapa prinsip yang diterapkan antara lain:

  • Memulai dari durasi singkat yang mudah dilakukan
  • Mengutamakan napas dan rasa nyaman, bukan bentuk pose
  • Menjadikan yoga sebagai waktu check-in dengan tubuh

“Kami ingin yoga menjadi ruang aman. Tempat orang bisa berhenti sejenak, mendengarkan tubuhnya, lalu melanjutkan hari dengan kondisi yang lebih seimbang,” tutup Farras.

Dengan gerak yang lembut dan kesadaran yang tumbuh perlahan, yoga pun menjadi bagian dari gaya hidup anak muda—bukan untuk mengejar bentuk tubuh, melainkan menjaga keseimbangan hidup.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru