Loading
Petani merawat tanaman anggur impor jenis transfigurasi di Tower Saree, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (1/9/2025). Petani Aceh mendatangkan 23 jenis anggur impor dari Ukraina dan Amerika Serikat untuk dibudidayakan di kawasan pegunungan berapi Seulawah dan telah mampu berproduksi hingga satu ton dalam sekali panen. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perayaan Tahun Baru selalu menjadi momen spesial bagi banyak orang. Selain menjadi ajang berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat, pergantian tahun juga identik dengan beragam hidangan khas yang sarat makna dan doa untuk keberuntungan di masa depan.
Menariknya, setiap negara memiliki tradisi makanan dan minuman yang berbeda untuk menyambut Tahun Baru. Mengutip siaran Almanac, tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga hingga kini.
Di Spanyol, misalnya, masyarakat memiliki kebiasaan memakan 12 butir anggur tepat saat 12 dentingan tengah malam. Setiap butir melambangkan satu bulan dalam setahun.
“Jika seseorang berhasil menghabiskan 12 anggur sebelum dentingan terakhir berbunyi, mereka dipercaya akan mendapatkan keberuntungan selama 12 bulan ke depan,” tulis Almanac, seperti yang dikutip dari Antara.
Sementara itu, di wilayah selatan Amerika Serikat, masyarakat menyambut Tahun Baru dengan menyantap kacang polong hitam dan daging babi. Kombinasi ini dianggap sebagai simbol kemakmuran dan harapan hidup yang lebih baik.
Tradisi berbeda dapat ditemukan di Skotlandia. Negara ini memiliki perayaan khas bernama Hogmanay, yang dirayakan dengan pawai api unggun dan atraksi mengayunkan bola api raksasa. Dalam perayaan tersebut, warga Skotlandia menikmati hidangan tradisional seperti haggis, neeps and tatties, yakni sosis berbahan jeroan domba yang disajikan bersama lobak dan kentang. Selain itu, ada pula black bun dan shortbread yang selalu hadir di meja makan.
Di Jerman dan komunitas Pennsylvania Dutch di Amerika, sauerkraut atau asinan kubis menjadi makanan wajib saat Tahun Baru. Hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan dan kelimpahan di tahun yang akan datang.
Sementara di kawasan Asia, seperti India dan Pakistan, masyarakat memilih beras sebagai sajian utama. Beras melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan kehidupan yang berkelanjutan.
Tak hanya makanan, minuman pun memiliki peran penting dalam perayaan Tahun Baru. Di beberapa wilayah Inggris, masyarakat menyajikan Wassail, minuman hangat mirip punch yang namanya berasal dari istilah Gaelik yang berarti doa untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Versi Skotlandia dari Wassail dikenal sebagai pint panas berbumbu. Minuman ini secara tradisional diminum sambil saling mendoakan kemakmuran, bahkan sering dibagikan kepada tetangga bersama hadiah kecil.
Sementara itu, di Spanyol, Cava, anggur putih bersoda, menjadi minuman wajib untuk bersulang bersama tamu saat pergantian tahun.
Beragam tradisi ini menunjukkan bahwa perayaan Tahun Baru di berbagai belahan dunia tidak hanya soal pesta, tetapi juga sarat simbol, harapan, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.