Selasa, 27 Januari 2026

Menelusuri Kampung Batik di Hari Batik Nasional


 Menelusuri Kampung Batik di Hari Batik Nasional	Peresmian Kampung Batik Gunungkidul menambah jumlah kampung batik yang dimiliki Indonesia (Net)

YOGYAKARTA, ARAHKITA.COM - Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Dusun Kepek sebagai Kampung Batik di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, diresmikan keberadannya sebagai Kampung Batik, salah satu tempat wisata, Selasa (2/10/2018).

Dengan demikian, desa ini menjadi tempat kunjungan wisata ke delapan, karena sebelumnya Indonesia telah memiliki tujuh wisata kampung batik. Seperti diketahui batik merupakan warisan leluhur yang sudah diakui sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Indonesia memiliki kampung batik sebagai pusat proses pembuatan sekaligus penjualan batik. Sentra-sentra batik ini bukan sekadar sebagai tempat belanja, tetapi juga menjadi tempat wisata. Yuk melancong ke daerah-daerah wisata batik yang sudah terkenal hingga ke mancanegara!

Kampung Batik Gunungkidul

Sentra industri batik di Dusun Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari bernama Kampung Batik Manding Siberkreasi ini diresmikan sebagai salah satu upaya melestarikan kekayaan batik kekayaan sebagai budaya Nusantara. Ketua Kampung Batik Manding Siberkreasi, Guntur Susilo mengatakan, peresmian kampung batik itu menjadi momentum memperingati Hari Batik Nasional 2018 dan gerakan melestarikan warisan batik produk budaya Nusantara.

Kehadiran kampung batik itu juga menjawab keraguan banyak kelompok pembatik di Gunungkidul yang selama ini terkendala masalah pemasaran. Meskipun Kampung Batik Manding Siberkreasi telah memiliki tujuh motif kreasi andalan, komunitas batik kampung lain di Gunungkidul tetap dapat menggunakan kampung batik insebagai jalur pemasaran.

Peresmian Kampung Batik Manding Siberkreasi di Kepek Wonosari Gunungkidul dimeriahkan sejumlah komunitas seni, seperti kelompok musik keroncong Kidung Ednosia. Selain itu, tampil pula penabuh drum cilik Gunungkidul yang juga juara Junior Drum Off Singapure 2018 Bohe, Giwang Topo, dan duta batik Indonesia, Livy Lauren.

Kampung Batik Semarang

Sempat meredup, akhirnya kampung batik yang berada di Jalan Pattimura Kelurahan Rejomulyo, Semarang ini sukses menarik banyak wisatawan. Keindahan setiap sudut kampung yang dihiasi beragam mural indah dan keren. Selain itu di sini juga terdapat Kampung Djadhoel yang menjadi spot ikonik bangunan tua khas Semarang.Memasuki kawasan kampung batik, tidak perlu membayar tiket. Fasilitas yang tersedia pun menyenangkan. Pengunjung tak hanya belanja dan foto, namun juga bisa mencoba belajar melukis batik sendiri dengan membayar Rp 20-30 ribu. Batik Semarang lebih menonjolkan warna terang dengan beragam motif seperti kontemporer, ikon-ikon Kota Semarang, dan pohon asam.

Kampung Batik Banten

Kampung batik Banten terletak di Jalan Bhayangkara, Kampung Kubil, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang. Batik Banten terkenal akan ciri khas warnanya abu-abu muda. Batik Banten juga mendapatkan pengakuan UNESCO pertama kali di Indonesia.

Pada umumnya motif batik Banten mengandung muatan filosofis. Proses pembuatan batik Banten bisa memakan waktu 3-7 hari untuk mendapatkan hasil maksimal. Kampung Batik Ngasem

Sebagai salah satu kota wisata favorit, Yogyakarta terkenal sejarah budayanya. Salah satu tempat sentra batik yang populer berlokasi di dalam benteng keraton Yogya. Pengunjung bisa berkeliling di tengah bangunan besar dan mewah dengan arsitektur yang cantik. Ciri khas batik Yogya menggunakan warna putih, hitam, dan coklat yang bermotif daun, manusia, serta binatang.

Saat membeli batik dikampung ini, sebaiknya bisa menawar untuk mendapatkan harga yang murah. Tak cuma membeli, para pelancong juga bisa menyaksikan langsung proses membatik dari awal. Kampung ini sangat mudah dikunjungi karena dekat dengan beberapa tempat wisata lain, seperti Museum Kereta Keraton, Keraton Kasultanan, Tamansari dan Kampung Kauman.

Kampung Batik Ngasem

Sebagai salah satu kota wisata favorit, Yogyakarta terkenal sejarah budayanya. Salah satu tempat sentra batik yang populer berlokasi di dalam benteng keraton Yogya. Pengunjung bisa berkeliling di tengah bangunan besar dan mewah dengan arsitektur yang cantik. Ciri khas batik Yogya menggunakan warna putih, hitam, dan coklat yang bermotif daun, manusia, serta binatang.

Saat membeli batik dikampung ini, sebaiknya bisa menawar untuk mendapatkan harga yang murah. Tak cuma membeli, para pelancong juga bisa menyaksikan langsung proses membatik dari awal. Kampung ini sangat mudah dikunjungi karena dekat dengan beberapa tempat wisata lain, seperti Museum Kereta Keraton, Keraton Kasultanan, Tamansari dan Kampung Kauman.

Kampung Batik Girli Kliwonan

Tak jauh dari Yogya, terdapat kampung batik Girli Kliwonan, Sragen selatan Sungai Bengawan Solo. Letaknya yang di pinggir sungai menjadikannya diberi nama Girli. Maka dari itu, kampung ini juga menjadi tempat favorit untuk memancing. Batik di sini didominasi warna hitam atau kecoklatan dengan motif geometris, bintang-bintang, bunga, dan lain-lain.

Selain belajar membatik, disediakan homestay menginap dengan harga Rp 50 ribu. Biasanya, penginapan selalu ramai saat Agustus hingga November. Pada bulan tersebut, terdapat festival desa yang sayang untuk dilewatkan.

Kampung Batik Kauman

Daerah Pekalongan juga tedapat kampung batik yang telah diresmikan sejak 2007. Kampung batik Kauman sukses menjadi desa wisata nasional. Disini wisatawan dapat melihat aktivitas membatik dengan pemandangan rumah-rumah lawas juragan batik di masa lampau.

Motif khas batiknya banyak dipengaruhi asimilasi warga Pekalongan dengan bangsa Tiongkok, Arab, Melayu, India, bahkan Belanda dan Jepang di masa lalu. Motif Pekalongan terlihat lebih berwarna dan beragam jika dibandingkan dengan umumnya batik di Solo, Jawa Tengah. Di sini juga terdapat Masjid Agung Al-Jami’ Kota Pekalongan, salah satu masjid tua yang berdiri sejak 1852. 

Kampung Batik Trusmi

Awalnya, kampung yang terletak di Plered, Cirebon terbentuk karena adanya pengaruh dari Sunan Gunung Jati saat berdakwah. Sunan Gunung Jati mengajarkan penduduk sekitar seni batik yang akhirnya dianggap sebagai usaha batik yang tertua. Disini pengunjung bisa menyaksikan pemandangan para pekerja, mulai dari remaja hingga orang tua membatik yang ramah menyambut wisatawan.

Motif yang terkenal adalah mega mendung yang bentuknya menyerupai awan mendung. Warna khasnya bervariasi seperti hijau, biru tua, kuning, merah muda dan coklat. Batik Trusmi berhasil menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional dan termasuk dalam kelompok batik keraton. 

Kampung Batik Jetis

Selain dikenal sebagai pusat industri, Sidoarjo juga mempunyai kampung batik di wilayah Desa Lemah Putro. Menurut sejarah batik yang berasal dari Sidoarjo ini dibangun Mbah Mulyadi keturunan Raja Kediri yang pindah ke Sidoarjo. Usaha batik tulis di Kampung Jetis mulai tumbuh sejak 1970-an.

Motif Batik Jetis dikenal karena warnanya yang berani seperti menggunakan warna merah, hijau, kuning dan biru. Salah satu motif khas yang terkenal adalah burung merak. Para penikmat kreasi batik, tak hanya sekedar belanja, namun juga langsung melihat kegiatan melukis batik.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Leisure Terbaru