Loading
Perjalanan Prof Tjandra Yoga dari kota Medinah menuju Mekkah bersama istri. (Foto: Dok. Pribadi)
Catatan Perjalanan Prof Tjandra Yoga dari kota Medinah menuju Mekkah
PERJALANAN dari Madinah menuju Mekkah bukan sekadar perpindahan kota. Ia adalah perjalanan batin—yang menghadirkan sejarah, refleksi, dan kekaguman dalam satu tarikan napas.
Di salah satu titik perjalanan itu, berdirilah sebuah tempat yang sederhana dalam asalnya, namun luar biasa dalam maknanya: Masjid Quba.
Masjid ini dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 1 Hijriah atau sekitar 622 Masehi. Letaknya sekitar 5 kilometer di tenggara Madinah. Dahulu, bangunannya sangat sederhana—terbuat dari tanah liat.
Namun waktu bekerja dengan caranya sendiri. Kini, Masjid Quba telah berkembang menjadi kompleks megah yang mampu menampung lebih dari 20.000 jemaah. Dari tempat yang dulu sunyi, kini ia menjadi salah satu titik spiritual paling ramai di dunia.
Dan dari satu masjid itu, sejarah kemudian berkembang ke arah yang hampir tak terbayangkan.
Hari ini, dunia memiliki jutaan masjid.
Data dari TRT World (2021) memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 3,6 juta masjid di seluruh dunia. Indonesia bahkan berada di posisi teratas, dengan sekitar 800.000 masjid—sebuah angka yang menggambarkan betapa kuatnya denyut spiritual di negeri ini.
Negara lain pun menyusul dengan jumlah besar:
Meski angka pasti bisa berbeda tergantung sumber, satu hal tidak berubah: masjid kini hadir di hampir setiap sudut dunia.
Namun perjalanan ini bukan hanya tentang masjid.
Di latar Madinah, ada satu hal lain yang tak kalah ikonik—pohon kurma.
Pohon-pohon kurma berdiri seperti penjaga waktu. Buahnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus oleh-oleh wajib bagi para jemaah haji dan umroh.
Menariknya, Arab Saudi bukan produsen kurma terbesar di dunia.
Negara ini berada di posisi kedua atau ketiga, dengan produksi sekitar 1,6 juta ton per tahun. Sementara posisi teratas sering ditempati oleh Mesir, dengan produksi mencapai lebih dari 1,7 juta ton.
Selain itu, negara seperti Aljazair, Iran, Irak, dan Oman juga termasuk dalam jajaran produsen kurma terbesar dunia.Artinya, bahkan dalam hal yang begitu identik dengan Timur Tengah, dunia tetap menyimpan kejutan.
Perjalanan dari Madinah ke Mekkah pada akhirnya bukan hanya soal jarak.
Ia adalah perjalanan memahami: bahwa dari sesuatu yang kecil—seperti Masjid Quba—bisa lahir peradaban besar.
Bahwa dari satu pohon kurma, bisa tumbuh cerita lintas generasi.
Dan bahwa di setiap langkah perjalanan, selalu ada kisah yang lebih besar menunggu untuk dipahami.