Loading
Suasana ramai terlihat di Kantin Kendal, kawasan Kendal–Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. (Foto: Arahkita/Farida Denura)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Suasana ramai terlihat di Kantin Kendal, kawasan Kendal–Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Seluruh meja makan tampak terisi penuh oleh pengunjung yang datang untuk menikmati sajian khas Jogja dari Bakmi Jogja Mbah Walid.
Aroma khas bara arang yang mengepul dari dapur terbuka seolah langsung membawa pengunjung pada suasana angkringan hangat di Yogyakarta. Tidak sedikit pelanggan yang mengaku datang karena penasaran dengan cita rasa autentik bakmi Jawa yang tengah ramai dibicarakan.
Menariknya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Menteng dan Sudirman, tetapi juga dari berbagai wilayah Jakarta hingga kota penyangga.
Sandro, salah satu pengunjung asal Daan Mogot, Jakarta Barat, mengaku rela datang jauh-jauh demi mencicipi Bakmi Jogja Mbah Walid yang disebut-sebut memiliki rasa khas seperti di kota asalnya.
“Hari ini coba makan Bakmi Jogja yang ada di Jalan Kendal Menteng. Benar-benar otentik seperti kita makan di Jogja sendiri. Bumbunya terasa banget dan tekstur mienya luar biasa. Harganya juga sangat affordable, tidak bikin kantong jebol,” ujarnya.
Menurut Sandro, rasa autentik itulah yang membuat Bakmi Jogja Mbah Walid berbeda dibanding kuliner sejenis lainnya di Jakarta.
Hal serupa juga dirasakan Kharisma yang mencoba menu Mie Godhog hangat di tengah suasana sore Jakarta yang mulai teduh.
“Pengalaman makan di sini enak banget. Suasananya ramah dan makanannya comforting banget kalau dimakan hangat saat sore hari,” katanya.
Menu Mie Godhog memang menjadi salah satu favorit pengunjung. Kuah gurih khas Jawa dengan aroma smoky dari bara arang memberi sensasi berbeda yang sulit ditemukan di tempat lain.
Gunawan mengaku menikmati rasa gurih yang pas dari Mie Godhog yang disantapnya sore itu.
“Rasanya gurih dan enak, apalagi dimakan saat masih hangat. Cocok buat sore, malam, bahkan sarapan juga,” ujarnya.
Sementara itu, Susan juga mengajak masyarakat untuk mencoba langsung suasana makan di Kantin Kendal.
“Tadi saya makan Mie Godhog di Kantin Kendal. Enak sekali dan gurih. Kalau sore-sore jangan lupa mampir,” katanya.
Nuansa Jawa yang kental juga dirasakan Alvie saat menikmati Mie Godhog Mbah Walid.
“Rasanya gurih dan segar. Taste-nya benar-benar original Jawa, medok banget. Lokasinya juga strategis dekat Stasiun Sudirman,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Selvi menyebut Bakmi Godhog Jogja di tempat tersebut memiliki rasa yang pas dan layak direkomendasikan.
“Delicious dan recommended,” katanya singkat.
Pengunjung lainnya, Farida asal Depok, Jawa Barat, juga mengaku puas dengan cita rasa yang disajikan.
“Rasanya enak banget, gurih dan pas dimakan hangat-hangat. Lokasinya juga dekat Stasiun Sudirman jadi mudah dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Deni Gunawan yang datang dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, menilai Bakmi Jogja Mbah Walid cocok menjadi pilihan kuliner sepulang kerja.
“Rasanya enak, pas, porsinya juga pas. Cocok dimakan saat pulang kerja. Pilihan yang tepat kalau lagi di Jalan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat,” katanya.
Bakmi Jogja Mbah Walid sendiri hadir di kawasan Kendal–Menteng melalui kolaborasi bersama Kantin Kendal yang mengusung konsep kantin Nusantara modern. Menghadirkan suasana sederhana, hangat, dan akrab, tempat ini menjadi pilihan baru bagi pekerja kantoran maupun pecinta kuliner tradisional di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, Febriansyah, mengatakan seluruh proses memasak masih mempertahankan teknik tradisional menggunakan bara arang demi menjaga cita rasa khas Jogja.
“Masih menggunakan media arang untuk memasak sehingga menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi daya tarik utama,” jelasnya.
Beragam menu khas Jogja tersedia di tempat ini mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Nasi Goreng Kecombrang, Magelangan, Capcay Jawa, hingga aneka wedang tradisional seperti Wedang Uwuh dan Kopi Joss.
Dengan harga mulai Rp30 ribuan, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang tetap nikmat sekaligus ramah di kantong masyarakat Jakarta.
Lokasinya yang berada dekat Stasiun Sudirman membuat tempat ini semakin mudah dijangkau oleh pekerja kantoran maupun masyarakat yang melintas di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Tak heran jika menjelang sore hingga malam hari, Kantin Kendal mulai dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana santai sambil menyantap bakmi hangat khas Jogja.
Sementara itu, Rayhan Christian Siego selaku pemilik Kantin Kendal mengatakan kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid melengkapi konsep Kantin Kendal sebagai kantin Nusantara modern yang menghadirkan berbagai cita rasa khas daerah dalam suasana hangat dan akrab.
Mengusung semangat “Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara”, Kantin Kendal menghadirkan menu prasmanan, hidangan khas, kopi, jus, hingga makanan ringan sebagai pengalaman makan harian yang praktis dan bernilai.
Lebih dari sekadar tempat makan, Kantin Kendal juga menjadi bagian dari ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan dan pelaku UMKM, sekaligus menghubungkan kekayaan rasa Nusantara dengan bahan-bahan segar berkualitas melalui konsep from farm-to-table.