Bakmi Jogja Mbah Walid Hadir di Kendal-Menteng, Bawa Aroma Bara Arang Khas Jogja


 Bakmi Jogja Mbah Walid Hadir di Kendal-Menteng, Bawa Aroma Bara Arang Khas Jogja Bakmi Jogja Mbah Walid hadir di Kendal–Menteng Jakarta Pusat dengan cita rasa autentik khas Jogja, aroma smoky bara arang, bakmi godhog, nasi goreng kecombrang, dan suasana angkringan penuh nostalgia. (Foto-Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kerinduan akan cita rasa khas Yogyakarta kini bisa sedikit terobati bagi para perantau dan pecinta kuliner Nusantara di ibu kota. Bakmi Jogja Mba Walid resmi hadir di kawasan Kendal–Menteng, Jakarta Pusat melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal.

Mengusung konsep kuliner tradisional khas Daerah Istimewa Yogyakarta, Bakmi Jogja Mbah Walid menghadirkan suasana makan ala Jogja dengan konsep sederhana, hangat, dan gayeng seperti menikmati hidangan di pinggir jalan Kota Gudeg.

Febriansyah selaku Master Cook Bakmi Jogja Mba Walid menjelaskan bahwa kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal–Menteng ingin membawa nuansa nostalgia bagi masyarakat, khususnya para pekerja perantau yang merindukan masakan rumahan khas Jogja di tengah padatnya aktivitas ibu kota.

“Kami ingin menghadirkan makanan khas Nusantara, khususnya Jogja, dengan cita rasa gurih dan aroma smoky yang bisa mengobati rasa rindu para perantau di Jakarta,” ujarnya.

Keunikan Bakmi Jogja Mbah Walid terletak pada proses memasaknya yang masih mempertahankan metode tradisional menggunakan bara arang. Proses tersebut menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi ciri autentik kuliner Jogja.

“Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama,” tambah Febriansyah.

Tidak hanya mempertahankan proses memasak tradisional, seluruh resep yang digunakan juga tetap mengacu pada resep asli Bakmi Jogja Mbah Walid di Yogyakarta.

IMG_2026052313473353916

Beragam menu khas Jogja tersedia di kawasan Kendal–Menteng, mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, hingga nasi goreng dengan berbagai pilihan topping.

Salah satu menu andalan yang banyak diminati adalah Nasi Goreng Kecombrang dengan cita rasa khas rempah dan aroma smoky yang menggugah selera. Selain itu, tersedia pula menu Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, Babat Gongso, hingga aneka wedhang tradisional yang cocok dinikmati dalam suasana santai bersama keluarga maupun rekan kerja.

Berikut beberapa pilihan menu unggulan yang tersedia:

Menu Bakmi Jawa

  • Bakmi Godhog/Nyemek/Goreng Biasa – Rp30.000
  • Bakmi Godhog/Nyemek/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) – Rp35.000
  • Bihun Godhog/Nyemek/Goreng Biasa – Rp27.000
  • Bihun Godhog/Nyemek/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) – Rp32.000

Menu Nasi Goreng Jawa

  • Nasi Goreng Biasa – Rp30.000
  • Nasi Goreng Spesial – Rp35.000
  • Nasi Goreng Kecombrang – Rp35.000
  • Nasi Goreng Magelangan – Rp35.000
  • Nasi Goreng Ndeso – Rp35.000
  • Nasi Goreng Babat Sapi – Rp37.000
  • Nasi Goreng Petai – Rp35.000
  • Nasi Goreng Teri/Ikan Asin – Rp35.000
  • Nasi Goreng Ati Ampela – Rp35.000
  • Nasi Godhog – Rp30.000

Menu Lainnya

  • Capcay Jawa Godhog/Goreng Biasa – Rp30.000
  • Capcay Jawa Godhog/Goreng Spesial – Rp35.000
  • Krengsengan Daging Ayam – Rp38.000
  • Krengsengan Balungan – Rp38.000
  • Babat Gongso – Rp38.000
  • Nasi Putih – Rp6.000
  • Telur Ceplok/Dadar – Rp7.000
  • Ati Ampela – Rp7.000
  • Petai – Rp10.000

Menu Minuman

  • Teh Tawar Es/Panas – Rp7.000
  • Teh Manis Es/Panas – Rp12.000
  • Jeruk Es/Panas – Rp12.000
  • Jeruk Nipis Es/Panas – Rp12.000
  • Wedang Jahe Sereh – Rp20.000
  • Wedang Uwuh – Rp20.000
  • Wedang Secang – Rp15.000
  • Wedang Seruni – Rp15.000
  • Kopi Tubruk – Rp12.000
  • Kopi Joss – Rp12.000
  • Kopi Jahe – Rp15.000

Dengan harga yang tetap merakyat, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang nikmat namun tetap terjangkau bagi masyarakat Jakarta.

“Rasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan,” kata Febriansyah.

Pemilihan lokasi di kawasan Kendal–Menteng disebut karena memiliki prospek yang baik dengan aktivitas pekerja kantoran yang tinggi, terutama masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Stasiun Sudirman.

“Lokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman,” jelasnya.

Sejak hadir di kawasan Kendal–Menteng, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga. Respons pelanggan pun dinilai sangat positif.

“Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,” ungkapnya.

Meski menghadapi persaingan kuliner khas daerah lain di Jakarta, Febriansyah optimistis makanan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Sekarang banyak orang mulai mengurangi makanan siap saji dan kembali mencari makanan tradisional,” ujarnya.

Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid berharap kehadirannya di Kendal–Menteng semakin dikenal luas dan ramai dikunjungi masyarakat. Tidak menutup kemungkinan ekspansi cabang baru juga akan dilakukan secara bertahap.

“Harapannya tentu semakin ramai pengunjung dan makin luas dikenal orang. Kemungkinan menambah cabang tentu ada, tapi akan dilakukan bertahap,” tutupnya.

Sementara itu, Rayhan Christian Siego selaku pemilik Kantin Kendal mengatakan kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid melengkapi konsep Kantin Kendal sebagai kantin Nusantara modern yang menghadirkan berbagai cita rasa khas daerah dalam suasana hangat dan akrab.

Mengusung semangat “Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara”, Kantin Kendal menghadirkan menu prasmanan, hidangan khas, kopi, jus, hingga makanan ringan sebagai pengalaman makan harian yang praktis dan bernilai.

Lebih dari sekadar tempat makan, Kantin Kendal juga menjadi bagian dari ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan dan pelaku UMKM, sekaligus menghubungkan kekayaan rasa Nusantara dengan bahan-bahan segar berkualitas melalui konsep from farm-to-table.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kuliner Terbaru