Loading
Asupan diet keto Foto ilustrasi Freepikcom
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Penelitian terbaru menemukan fakta bahwa diet keto atau ketogenik yang dilakukan dalam jangka lama dan berkelanjutan bisa menyebabkan penuaan organ.
Para peneliti seperti dilansiir Medical Daily menyebutkan, segala sesuatu yang berlebihan bisa berbahaya, meskipun itu adalah diet yang dirancang untuk menurunkan berat badan. Dalam sebuah studi baru, mereka merekomendasikan untuk berhenti sejenak dari diet keto yang merupakan pilihan populer untuk menurunkan berat badan.
Diet ketogenik diketahui dapat memperbaiki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Namun, hal ini juga dikaitkan dengan efek pro-inflamasi.
“Sebagai gambaran, 13 juta orang Amerika menggunakan diet ketogenik, dan kami mengatakan bahwa Anda perlu berhenti dari diet ini atau mungkin akan ada konsekuensi jangka panjang,” kata penulis utama studi tersebut, Dr. David Gius dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, diet ketogenik jangka panjang yang berkelanjutan dapat menyebabkan penuaan, yaitu akumulasi sel-sel tua di jaringan normal, sehingga mempengaruhi kesehatan fungsi jantung dan ginjal pada khususnya. Namun, mereka yang melakukan istirahat keto secara terencana tidak mengalami efek pro-inflamasi akibat sel-sel yang menua.
Para peneliti membuat temuan ini berdasarkan penelitian pada tikus yang dilakukan pada sekelompok tikus yang diberi diet ketogenik dan membandingkannya dengan kelompok kontrol yang menjalani diet standar. Mereka yang menjalani diet keto menerima lebih dari 90 persen kalorinya dari lemak dan kurang dari 1 persen dari karbohidrat. Kelompok kontrol menerima 17 persen kalori dari lemak dan 58 persen dari karbohidrat.
Sampel jaringan jantung, ginjal, hati, dan otak dari kedua kelompok dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa tikus pada kelompok keto memiliki lebih banyak sel tua di organnya, terutama ginjalnya, dan rata-rata memiliki penuaan sel empat kali lebih banyak dibandingkan tikus pada kelompok kontrol.
"Meskipun diet ketogenik mungkin merupakan hal yang baik, namun hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Dan yang terpenting, Anda perlu istirahat. Saya pikir makalah kami benar-benar mengatakan bahwa kita perlu mempelajari hal ini dengan lebih cermat," pungkas Gius.