Seseorang Bisa Terinfeksi Virus Demam Berdarah Berkali-Kali


 Seseorang Bisa Terinfeksi Virus Demam Berdarah Berkali-Kali Nyamuk Aides Aegtypti penyebar virus deangue Foto Hermina Hospital

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Demam berdarah ternyata bisa menginfeksi tubuh seseorang berkali-kali, karena virus yang ditularkan nyamuk aides aegypti itu memiliki beberapa varian atau serotipe.

Dokter anak dari Puskesmas Kramat Jati Jakarta dr. Arifianto, Sp. A (K) mengatakan, sifat penyakit dengue (demam berdarah) berbeda dengan cacar air (varisela) yang penderitanya akan memiliki kekebalan setelah pernah tertular sekali. Sedangkan demam berdarah, setidaknya orang bisa terinfeksi empat kali.

 

“Seingat saya, saya sendiri sudah dua kali kena dengue. Waktu itu saya juga bertanya-tanya kenapa bisa kena lagi,” kata Arifianto dalam talkshow di Jakarta, Jumat (22/3).

Virus dengue menurut Arifianto, terdiri dari beberapa jenis atau serotipe yakni DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Ia mencontohkan ketika seseorang terkena tipe DEN 1, belum tentu antibodi dalam tubuhnya kuat menghadapi jenis dengue yang lain.

“Ketika kena tipe DEN 1, belum tentu dia kebal varian lainnya, sebaliknya, kalau dia enggak kena DEN 1 bisa jadi DEN 2,3 atau 4,” ujar Arif.

Walau demikian,  tidak menutup kemungkinan bila seseorang memiliki kekebalan silang terhadap virus dengue. Dalam beberapa kasus seseorang yang kebal terhadap penularan DEN 1 bisa saja juga kebal menghadapi DEN 3.

Namun, Arif menekankan akan lebih baik bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan vaksin dengue agar antibodi yang terbentuk di dalam tubuh bisa lebih kuat melindungi diri dari penularan virus.

“Itulah pentingnya vaksin karena kalau dia sakit dan kena tipe misal DEN 2, terus kita enggak punya kekebalan lain, lalu terbentuk antibodi alami, sedangkan dari vaksin bisa dapat kekebalan buat tipe yang lainnya. Jadi sebenarnya kita bisa sakit lagi (kena dengue tapi) dengan tipe yang lain,” ucap Arif.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi pada Kamis (21/3) juga mengatakan bahwa kondisi imunologi seseorang yang sedang teranggu menjadi penyebab tubuh bereaksi lebih parah saat terkena virus dengue.

Terkait risiko kematian akibat dengue, Imran menjelaskan waktunya bergantung dari seberapa cepat pasien mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat karena dengue tidak memiliki obat yang spesifik layaknya penyakit lain.

“Jadi (obatnya) itu hanya terapi cairan. Cairan yang diberikan juga harus tepat, tidak boleh kurang atau kebanyakan. Karena kalau terlalu banyak nanti akan terjadi endoma paru atau kondisi dimana paru-paru seseorang terisi dengan cairan berlebih tadi,” ujar Imran.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru