Perhatikan Gejala Kesehatan yang Muncul Karena Kurang Tidur!


 Perhatikan Gejala Kesehatan yang Muncul Karena Kurang Tidur! Kurang tidur bisa berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental Foto ilustrasi

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tidur ternyata berperan sangat penting bagi kesehatan setiap individu. Berbagai penelitian menemukan kaitan antara kurang tidur dan munculnya berbagai penyakit termasuk meningkatnya risiko terkena diabetes.

Berapa lama sebenarnya waktu tidur yang diperlukan? Medical Daily melaporkan, waktu tidur yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, karena dipengaruhi banyak faktor. Namun, umumnya orang dewasa membutuhkan waktu  antara 7 hingga 9 jam. Orang dewasa yang lebih tua kemungkinan membutuhkan waktu tidur lebih sedikit, sedangkan anak-anak dan remaja butuh waktu tidur lebih banyak.

Selain durasi, kualitas tidur menjadi hal yang tidak kalah penting diperhatikan. Sekalipun seseorang menghabiskan tujuh hingga sembilan jam di tempat tidur tetapi tidurnya terganggu, mereka mungkin tetap merasa lelah dan mengantuk keesokan harinya.

Gangguan tidur dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti kebisingan, cahaya obat-obatan, atau stres. Di tahap awal seseorang mengalami kurang tidur, biasanya tubuh memberikan sinyal tertentu. Berikut tanda-tanda yang diberikan tubuh saat kita kurang tidur:

1. Memori dan fokus: Seseorang yang kurang tidur dapat berdampak signifikan pada memori, konsentrasi, kreativitas, keterampilan motorik, dan kemampuan memecahkan masalah. Hal ini terkait dengan penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi penilaian, koordinasi, dan waktu reaksi. Kurang tidur dapat mengganggu keterampilan motorik seperti halnya mabuk, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Kesehatan kulit: Kulit membutuhkan tidur untuk pulih dari kerusakan. Jadi ketika seseorang kurang tidur, hal itu muncul di kulit. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu hormon dalam tubuh, sehingga mengakibatkan kulit berjerawat. Kurang tidur juga dikaitkan dengan masalah seperti kulit kering, kusam, dan penuaan dini.

3. Penampilan mata: Kurang tidur berdampak pada mata berupa kemerahan, bengkak, lingkaran hitam, dan kantung. Selain itu, hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan kerutan, garis, bengkak, dan kekusutan di sekitar mata.

4. Mengidam makanan dan penambahan berat badan: Ada hubungan langsung antara kurang tidur dan penambahan berat badan. Dua hormon, ghrelin dan leptin, mengendalikan perasaan lapar dan kenyang. Meskipun ghrelin meningkatkan nafsu makan, leptin menandakan rasa kenyang.Ketika tubuh tidak cukup tidur, hal itu meningkatkan kadar ghrelin dan menurunkan leptin, sehingga meningkatkan nafsu makan dan mengurangi rasa kenyang. Jadi, ketika kurang tidur, orang sering kali mengonsumsi lebih banyak dan mendambakan camilan tidak sehat serta makanan bergula dan berkafein. Pola makan yang tidak sehat ini berkontribusi terhadap penambahan berat badan, terutama di sekitar lingkar pinggang.

5. Kesehatan mental: Kurang tidur dapat menyebabkan seseorang mudah tersinggung, murung, peningkatan stres, dan kelelahan mental. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

6. Merasa mengantuk dan lelah sepanjang hari: Saat tubuh kurang istirahat, wajar jika tubuh merasa lelah. Hal ini juga dapat membuat orang menjadi lesu dan kurang termotivasi untuk menjalankan aktivitas rutinnya.

7. Imunitas: Kurang tidur mempengaruhi imunitas dan membuat orang lebih rentan terhadap infeksi seperti pilek atau penyakit pernafasan. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan penyakit serius, termasuk stroke, diabetes, serangan jantung, dan jenis kanker tertentu.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru