Loading
Ilustrasi berganti tangan saat mengambil setiap suntikan. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sebuah studi terbaru menunjukan, orang yang mengambil vaksin multi-dosis mungkin memiliki respon kekebalan yang lebih baik jika mereka berganti tangan saat mengambil setiap suntikan. Medical Daily, Sabtu (10/2) menyebutkan, pada masa lalu, praktisi kesehatan percaya bahwa tangan tertentu yang dipilih untuk pemberian vaksin tidak memiliki efek signifikan.
Namun, para peneliti di Oregon Health & Science University menemukan peningkatan respon kekebalan empat kali lipat ketika orang bergantian dari satu tangan ke tangan lain saat divaksinasi virus SARS-CoV-2.
Setelah vaksin COVID-19 tersedia pada tahun 2020, para peneliti memutuskan untuk menguji apakah ada perbedaan jika mereka bergantian tangan dalam regimen dua dosis.
Baca juga:
Yayasan Tunas Bakti Nusantara Berkolaborasi dengan Polres Jakbar Targetkan 710.600 Dosis Vaksin"Pertanyaan ini belum benar-benar dipelajari secara menyeluruh, jadi kami memutuskan untuk memeriksanya. Ternyata menjadi salah satu hal yang lebih signifikan yang kami temukan dan kemungkinan tidak terbatas hanya pada vaksin COVID," kata penulis senior Dr. Marcel Curlin dikutip Antara.
Sebanyak 947 peserta yang menerima vaksin COVID-19 dua dosis selama tahap awal pandemi dan hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation.
"Studi baru ini menguji sampel serum yang dikumpulkan pada berbagai waktu setelah vaksinasi. Mereka menemukan peningkatan yang signifikan dalam magnitudo dan kedalaman respons antibodi di antara orang yang kontralateral atau satu suntikan di setiap lengan dibandingkan dengan mereka yang tidak," kata rilis berita tersebut.
Respon kekebalan yang ditingkatkan terlihat tiga minggu setelah suntikan penguat kedua dan efeknya berlangsung lebih dari 13 bulan setelah mengambil suntikan penguat.
Peneliti menemukan kekebalan yang meningkat terhadap strain SARS-CoV-2 asli dan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap varian omicron yang muncul sekitar setahun setelah pergantian lengan.
Studi tersebut mencatat bahwa respon kekebalan secara bertahap meningkat selama empat minggu dari peningkatan 1,3 kali lipat hingga mencapai peningkatan hingga 4 kali lipat terhadap varian omicron dari virus.
Studi ini belum menyelidiki alasan di balik respon kekebalan yang lebih baik dengan bergantian lengan. Namun, para peneliti berspekulasi bahwa memberikan suntikan di setiap lengan mengaktifkan respons kekebalan baru di nodus limfatik yang berbeda di setiap lengan.
"Dengan beralih lengan, orang pada dasarnya memiliki pembentukan memori di dua lokasi daripada satu," kata Curlin.