Kamis, 29 Januari 2026

Kenali Ciri-Ciri Orang yang Ingin Bunuh Diri!


 Kenali Ciri-Ciri Orang yang Ingin Bunuh Diri! Ilustrasi orang bunuh diri. (Foto ilustrasi pixabay.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perubahan drastis perilaku seseorang, bisa menjadi tanda perasaan depresi, putus asa, dan keinginan untuk mengakhiri hidup.

Psikolog klinis dewasa dari Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten Mega Tala Harimukthi M.Psi mengatakan, mengamati perubahan drastis perilaku seseorang, bisa menjadi =cara sederhana untuk mengenali gejala depresi, putus asa, hingga  keinginan untuk mengakhiri hidup. "Lihat perilakunya ada yang berubah enggak secara drastis. Misal jadi sering isolasi diri, enggak mau ketemu siapa-siapa, enggak mau makan minum merawat diri, sudah muncul kondisi depresi berat sampai seringnya susah diajak ngobrol," ujar Mega seperti dilansir Antara, Rabu (3/1/2024) Di sisi lain, ada juga orang yang putus asa dengan menuliskan curahan hatinya di media sosial. Jika kondisi seperti ini, maka orang-orang yang peduli bisa mendekati dengan bertanya tentang kondisi, kabar dan menawarkan bantuan. Namun, apabila orang yang putus asa lebih tertutup, maka cenderung susah untuk dideteksi, sehingga orang-orang dekat yang ingin membantu perlu rajin memantau kondisinya dan menawarkan bantuan. Menurut Mega, biasanya pada seseorang yang ingin mengakhiri hidup diawali perasaan tidak mempunyai harapan hidup pada diri sendiri, dan lingkungan, juga mengalami kondisi depresi berat karena tidak bisa menemukan jalan keluar dari masalahnya. "Ini biasanya memang sulit terdeteksi karena yang tahu ya pelakunya saja. Kecuali yang bersangkutan termasuk orang yang terbuka mau cerita tentang isi pikirannya," jelas Mega. Pada kebanyakan kasus, orang yang memiliki ide bunuh diri memiliki karakter lebih tertutup, terbiasa menyimpan sendiri dan merasa tidak ada yang pmasalahnya. Bagi mereka yang ingin menolong, Mega menyarankan untuk menawarkan bantuan sesuai kemampuan diri, tidak memaksa yang akhirnya membuat orang yang akan dibantu tak nyaman. Lebih dari itu, jadilah pendengar yang baik karena terkadang orang dalam kondisi depresi berat dan putus asa tidak membutuhkan nasehat, tetapi didengar tanpa dihakimi. "Lebih banyak mendengarkan daripada bertanya supaya pelan-pelan yang bersangkutan mau terbuka juga dan jadi ketahuan masalahnya," tutur Mega. Kemudian, apabila merasa tidak kompeten,  sebaiknya tawarkan bantuan dengan mengajaknya ke tenaga profesional semisal psikolog atau psikiater.  

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru