Kamis, 29 Januari 2026

Ini Jenis sajian yang Harus Dikurangi Saat Menyantap Hidangan Natal


 Ini Jenis sajian yang Harus Dikurangi Saat Menyantap Hidangan Natal Sajian menu Natal (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Nuansa Natal masih kental terasa. Silaturahmi pun masih terus berjalan. Beragam sajian menu-menu menarik dan menggoda, juga masih tersedia. Aneka makanan yang menggiurkan, memancing hasrat buat menyantap. Kalau sudah begini, sulit rasanya untuk menolak. So, supaya tidak terjerumus godaan, berikut ini jenis makanan yang harus dihindari saat menghadiri pesta atau perayaan-perayaan Natal.

Es krim

Data dari FoodData Center menyebutkan bahwa 100 gram es krim mengandung sebanyak 21,2 gram gula. Jumlah ini sudah memenuhi hampir 50% dari batasan asupan gula harian yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan gula yang ada pada es krim secara signifikan dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, bahkan juga bisa berdampak langsung pada kadar glukosa darah yang akan mengakibatkan diabetes. American Heart Association (AHA) merekomendasikan pria dan wanita agar membatasi asupan gula sehari-hari masing-masing menjadi 150 dan 100 kalori. Satu porsi es krim vanila mengandung 40 kalori dari gula, atau sekitar 27-40% batas yang disarankan AHA untuk pria dan wanita.Selain itu, makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas juga merupakan “musuh” yang harus dihindari oleh pemiliki gigi sensitif, termasuk es krim.

Ini karena suhu ekstrem dari makanan tersebut dapat mengiritasi saraf pada gigi yang sensitif. Lapisan enamel alias lapisan paling luar gigi biasanya sudah terkikis. Tanpa adanya lapisan enamel, suhu dingin bisa langsung menyerang saraf gigi sehingga menimbulkan keluhan nyeri, ngilu, dan nyut-nyutan pada gigi. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya rasa sakit dan ngilu di mulut. Meski begitu, nyut-nyutan akibat makan es krim bukan cuma karena dinginnya saja. Jordan Taylor, DMD, seorang dokter gigi di Alabama, Amerika Serikat, berujar, kandungan gula dalam es krim juga dapat membuat gigi lebih sensitif.

Makanan serba asam

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman asam akan menyebabkan ketidakseimbangan pH tubuh. Tubuh terus bekerja untuk menjaga keseimbangan pH yang tepat antara 7,35 dan 7,45. Sebagai referensi, pH air murni adalah 7. Ketika tingkat pH turun di bawah 7,35, secara klinis tubuh mengalami asidosis dan sistem saraf pusat akan mulai tertekan.Jika tingkat pH turun di bawah 7, seseorang akan memiliki asidosis berat, yang dapat menyebabkan koma dan akhirnya menjadi fatal. Ketika tingkat pH naik di atas 7,45, tubuh mengalami alkalosis. Alkalosis membuat sistem saraf hipersensitif, mengakibatkan kejang otot dan kejang.

Selain itu, asupan asam secara teratur dalam jumlah besar dapat menyebabkan penurunan signifikan kadar glukosa serum, yang mengakibatkan hipoglikemia. Hipoglikemia adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kadar gula darah (glukosa) yang sangat rendah, sumber energi utama tubuh. Hipoglikemia sering berkaitan dengan pengobatan diabetes. Namun, berbagai kondisi salah satunya terlalu sering mengonsumsi makanan asam. Pengobatan segera hipoglikemia diperlukan ketika kadar gula darah mencapai 70 miligram per desiliter (mg / dL) atau 3,9 milimol per liter (mmol / L) atau lebih rendah.

Soda

Menurut penelitian dari Harvard Medical School, menunjukkan bahwa soda diet bisa menurunkan kinerja ginjal hingga dua kali lipat. Penelitian ini dilakukan pada 3318 wanita dalam periode selama 11 tahun. Memang pada awalnya, minuman bersoda akan menyegarkan kerongkongan Anda dan menghilangkan rasa haus. Namun, kandungan pemanis buatan dan kafein dalam minuman soda sangat banyak sehingga menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini dan menambah segelas soda lagi untuk menghilangkan dehidrasinya. Tentu cara terbaik untuk menyembuhkan dahaga Anda adalah dengan minum air putih dan bukan soda.

Minuman bersoda juga memiliki kandungan pemanis buatan yang tinggi dan sangat berbahaya bagi kinerja pankreas Anda. Terlalu banyak kadar gula dalam darah akan membuat pankreas kesulitan memproduksi insulin. Akibatnya, Anda bisa terserang penyakit diabetes. Anak-anak pun yang meminumsatu kaleng soda setiap hari bisa meningkatkan risiko obesitas sebanyak 60% pada anak-anak. Kandungan gula yang banyak juga menyebabkan masalah kesehatan lain pada anak-anak.

Permen atau gula-gula

Pada dasarnya kandungan kalori dalam satu butir permen cukup rendah. Sekitar 20-30 kalori. Selain kalori, permen sebetulnya sama sekali tak memiliki kandungan gizi. Padahal kelebihan kalori yang dikonsumsi akan ditumpuk dalam bentuk cadangan lemak yang menyebabkan anak kelebihan berat badan. Sudah menjadi rahasia umum pula bila kegemukan berkaitan erat dengan penyakit kencing manis dan gangguan jantung. Jadi, kalau boleh jujur sebetulnya permen termasuk golongan junk food alias "makanan sampah" yang miskin akan zat gizi.

Orang pun banyak mengaitkan kebiasaan mengonsumsi permen dengan kesehatan gigi. Sebenarnya pengaruh permen pada kerusakan gigi sangat tergantung pada kedisiplinan/kebiasaan menjaga kebersihan mulut. Terutama menggosok gigi maupun caranya membersihkan gigi serta seberapa banyak dan seberapa sering seseorang makan permen, khsuusnya pada anak-anak. Ada anak yang hobi makan permen tapi karena rajin menggosok gigi, ya tidak jadi masalah. Lain cerita kalau sisa-sisa permen yang menempel di gigi tidak dibersihkan sesegera mungkin, Inilah yang kemudian akan menyebabkan terjadinya lubang gigi (karies). Kalau gigi sudah terkena karies pasti akan terasa sakit. Akibatnya, anak akan rewel selain tak mau makan. Ujung-ujungnya orangtua sendiri yang akan kewalahan menghadapinya. Apa pun, mencegah jauh lebih baik daripada telanjur terkena karies.

 


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru