Jangan Anggap Sepele Keringat Asin Berlebihan, Ini Penjelasan Dokter


 Jangan Anggap Sepele Keringat Asin Berlebihan, Ini Penjelasan Dokter Ilustrasi keringat berlebihan (KlikDokter)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Keringat yang terasa sangat asin, mudah sesak saat beraktivitas, hingga gangguan pernapasan yang berulang tidak selalu menandakan seseorang kurang bugar. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, salah satunya penyakit genetik cystic fibrosis.

Dokter spesialis anestesiologi dan manajemen nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut.

Melalui unggahan di media sosial Instagram yang dikutip dari Hindustan Times Selasa (16/6/2026), Sood menjelaskan bahwa cystic fibrosis merupakan penyakit genetik yang menyebabkan lendir kental dan lengket menumpuk di berbagai organ tubuh, terutama paru-paru dan pankreas.

"Ketika protein itu tidak bekerja secara normal, lendir menjadi lebih kental dan lebih sulit dibersihkan dari paru-paru," kata Sood.

Menurut informasi dari Cleveland Clinic, penyakit ini terjadi akibat gangguan pada protein cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR), yang berfungsi mengatur pergerakan garam dan air melalui membran sel.

Ketika fungsi protein tersebut terganggu, tubuh menghasilkan lendir yang lebih tebal sehingga dapat menyumbat saluran pernapasan dan memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Gejala yang umum muncul antara lain batuk kronis, infeksi saluran pernapasan berulang, mengi atau napas berbunyi, serta mudah kehabisan napas saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.

Selain memengaruhi sistem pernapasan, cystic fibrosis juga dapat mengganggu keseimbangan garam dalam tubuh.

"Karena itu sebagian orang mengalami keringat yang sangat asin, gejala dehidrasi, atau merasa pusing saat aktif bergerak," ujarnya.

Sood menjelaskan bahwa tingkat keparahan penyakit ini dapat berbeda pada setiap penderita. Sebagian orang mengalami gejala berat sejak usia anak-anak, sementara yang lain baru terdiagnosis saat dewasa karena gejalanya relatif ringan atau tidak khas.

Karena itu, ia mengingatkan agar gejala seperti gangguan paru berulang, sinus kronis, masalah pencernaan, intoleransi terhadap aktivitas fisik, maupun keringat yang terasa sangat asin tidak langsung dianggap sebagai tanda kurang olahraga atau kondisi fisik yang buruk.

Untuk memastikan diagnosis, penderita perlu menjalani pemeriksaan medis seperti tes kadar klorida pada keringat dan pemeriksaan genetik.

"Kadang-kadang tubuh telah memberikan petunjuk selama bertahun-tahun sebelum akhirnya seseorang menyadari penyebabnya," kata Sood.

Para ahli menilai deteksi dini sangat penting dalam penanganan cystic fibrosis. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat sejak awal, risiko komplikasi serius dapat ditekan dan kualitas hidup pasien dapat lebih terjaga.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru