Kaldu Tulang Hangat Jadi Alternatif Kopi Pagi, Benarkah Bisa Bantu Lancarkan BAB?


 Kaldu Tulang Hangat Jadi Alternatif Kopi Pagi, Benarkah Bisa Bantu Lancarkan BAB? Ilustrasi Kaldu Tulang hello sehat

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kaldu tulang hangat atau bone broth kini mulai dilirik sebagai salah satu pilihan minuman pagi selain kopi. Minuman ini disebut-sebut dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Mengutip laporan Eating Well, Minggu (14/6/2026), kaldu tulang hangat dapat membantu menjaga keteraturan BAB melalui beberapa mekanisme, mulai dari menjaga hidrasi tubuh hingga menyuplai mineral penting yang berperan dalam fungsi usus.

Ahli gizi Katie Rodriguez menegaskan bahwa hidrasi memiliki peran penting dalam sistem pencernaan, namun sering kali diabaikan.

Ia mengatakan, “Dehidrasi ringan sekalipun dapat menyebabkan sembelit dan memperlambat proses pencernaan.”

Menurutnya, kondisi tubuh saat bangun tidur biasanya berada dalam keadaan kurang cairan setelah berjam-jam tidak minum. Hal ini dapat membuat feses menjadi lebih keras sehingga sulit dikeluarkan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, kaldu tulang hangat juga dinilai lebih ramah bagi sistem pencernaan dibandingkan minuman dingin di pagi hari. Suhu hangat diyakini dapat membantu merangsang aktivitas saluran cerna dan mendukung pergerakan usus.

Kaldu tulang juga mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium yang berperan dalam kontraksi otot polos serta gerakan peristaltik usus. Proses ini membantu mendorong sisa makanan agar lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Ahli gizi Abigail Hueber menjelaskan bahwa kekurangan mineral tertentu dapat berdampak pada kerja usus.

Ia menyebutkan bahwa “berkurangnya kadar mineral tertentu dapat memperlambat motilitas usus atau kemampuan usus dalam menggerakkan isinya.”

Selain mineral, kaldu tulang juga mengandung gelatin serta asam amino seperti glisin, glutamin, dan prolin. Kandungan ini dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan lapisan usus.

Gelatin sendiri memiliki kemampuan mengikat air yang secara teoritis dapat membantu membentuk tekstur feses menjadi lebih lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa bukti ilmiah yang secara langsung menghubungkan konsumsi kaldu tulang dengan perbaikan sembelit pada manusia masih terbatas.

Bagi yang tidak menyukai kaldu tulang, terdapat beberapa pilihan minuman lain yang juga dapat membantu kesehatan pencernaan.

Air hangat dengan perasan lemon misalnya, dapat membantu memicu refleks gastrocolic, yaitu respons alami tubuh yang mendorong pergerakan usus setelah makan atau minum.

Selain itu, minuman herbal seperti akar chicory dan dandelion juga dinilai berpotensi mendukung kesehatan usus. Chicory mengandung prebiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan.

Meski minuman pagi dapat membantu, para ahli menegaskan bahwa kesehatan pencernaan tidak hanya bergantung pada satu jenis minuman.

Kebiasaan seperti rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan tinggi serat, tidak menahan BAB, serta menjaga kualitas tidur dan tingkat stres tetap menjadi faktor utama dalam menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Pada akhirnya, kaldu tulang hangat bisa menjadi salah satu opsi minuman pagi yang menarik, tetapi tetap harus didukung pola hidup sehat secara menyeluruh agar manfaatnya lebih optimal.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru