JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kebiasaan merokok disebut sebagai salah satu faktor risiko utama penyebab kanker mulut, termasuk kanker yang menyerang bagian belakang tenggorokan.
Dokter gigi kosmetik dan restoratif, Yev Davydov, D.D.S, mengatakan seluruh produk sampingan dari rokok menciptakan lingkungan beracun bagi jaringan di dalam mulut.
“Paparan yang sering dan dalam jangka waktu lama sangat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut,” kata Davydov seperti dikutip dari Eating Well, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan asap tembakau mengandung lebih dari 70 bahan kimia karsinogenik atau zat pemicu kanker yang dapat merusak sel-sel di dalam mulut.
Dokter gigi estetik Pia Lieb, D.D.S menambahkan, zat kimia dari rokok akan menempel pada lidah, pipi, gusi, hingga dasar mulut dalam waktu lama dan memicu kerusakan DNA sel.
“Saat Anda merokok, bahan kimia tersebut melapisi lidah, pipi, gusi, dan dasar mulut, merusak DNA dalam sel-sel tersebut selama bertahun-tahun,” ujar Lieb.
Menurutnya, sel dengan DNA rusak dapat berkembang secara abnormal dan menjadi awal terbentuknya kanker.
Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat memicu peradangan kronis yang memperbesar peluang mutasi sel dan mempercepat perkembangan kanker.
Tak hanya rokok, konsumsi alkohol juga disebut meningkatkan risiko kanker mulut. Risiko tersebut bahkan menjadi jauh lebih tinggi jika seseorang merokok sekaligus mengonsumsi alkohol.
Hal itu terjadi karena alkohol dapat bertindak sebagai pelarut yang membantu zat karsinogen dari asap rokok lebih mudah masuk ke jaringan mulut dan tenggorokan.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk menghindari produk tembakau dan alkohol guna menekan risiko kanker mulut.
Menurut Lieb, risiko kanker mulut bisa menurun secara signifikan setelah seseorang berhenti merokok.
“Dalam waktu 10 hingga 20 tahun, risiko mantan perokok mendekati risiko seseorang yang tidak pernah merokok. Mulut memiliki kemampuan luar biasa untuk sembuh begitu serangan berhenti,” katanya.
Ia menjelaskan dalam lima tahun setelah berhenti merokok, risiko kanker mulut, tenggorokan, dan kerongkongan dapat turun hingga 50 persen.
Selain menghentikan kebiasaan merokok, menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan rutin menyikat gigi dua kali sehari serta memeriksakan diri ke dokter gigi secara berkala juga dinilai penting.
Lieb juga menyebut vaksinasi HPV dapat membantu mencegah infeksi virus yang berpotensi menyebabkan kanker mulut.