5 Fakta Terbaru Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Penularan Antar Manusia Diduga Terjadi


 5 Fakta Terbaru Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Penularan Antar Manusia Diduga Terjadi Pakar kesehatan global Prof. Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Dok. Pribadi)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Dunia kesehatan kembali menyoroti penyebaran Hantavirus setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization merilis pembaruan laporan “Disease Outbreak News (DONs)” pada 8 Mei 2026.

Laporan tersebut membahas klaster penyakit paru berat atau severe respiratory illness yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung karena kasus diduga melibatkan Hantavirus jenis Andes virus (ANDV), yang dikenal memiliki tingkat kematian cukup tinggi.

Pakar kesehatan global Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan ada lima perkembangan terbaru yang menjadi perhatian dunia medis.

1. Delapan Kasus Hantavirus Terdeteksi

Data terbaru menunjukkan sudah terdapat enam kasus yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Seluruhnya dipastikan merupakan Hantavirus jenis Andes virus (ANDV) berdasarkan hasil pemeriksaan PCR spesifik virus dan sekuensing genetik.

Selain itu, terdapat dua kasus probable atau kasus yang masih dalam kategori dugaan kuat. Dengan demikian, total terdapat delapan kasus yang berkaitan dengan klaster di kapal pesiar tersebut.

2. Angka Kematian Capai Hampir 40 Persen

Dari delapan kasus yang ditemukan, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Artinya, angka kematian atau case fatality ratio mencapai sekitar 38 persen.

Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan menimbulkan kekhawatiran karena Andes virus memang dikenal dapat menyebabkan gangguan paru berat yang berpotensi fatal.

3. Pasien Dievakuasi ke Berbagai Negara

Sejauh ini telah dilakukan dua kali penerbangan evakuasi medis dari Cabo Verde menuju Belanda.

Pasien dari kapal pesiar tersebut kini tersebar di sejumlah negara, antara lain Johannesburg, Swiss dan Belanda. Ada pula satu pasien yang sempat dibawa ke Jerman, namun hasil tes PCR dan serologinya negatif sehingga tidak lagi dikategorikan sebagai kasus Hantavirus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penumpang kapal pesiar telah berpindah ke berbagai negara sehingga pemantauan internasional menjadi sangat penting.

4. WHO Duga Penularan Antar Manusia Terjadi di Kapal

Menurut hipotesis kerja sementara WHO, pasien pertama atau index case kemungkinan besar telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar.Infeksi diduga terjadi melalui paparan lingkungan saat berada di Argentina dan Chile.

WHO juga menduga terjadi penularan antar manusia di atas kapal pesiar. Dugaan tersebut didasarkan pada pola munculnya gejala pada pasien dan kesesuaiannya dengan masa inkubasi Andes virus.

Meski demikian, penyelidikan epidemiologi dan penelitian sekuensing masih terus dilakukan untuk memastikan pola penyebaran virus tersebut.

5. Pramugari KLM Sempat Diobservasi

Dalam beberapa hari terakhir, muncul laporan mengenai seorang pramugari maskapai KLM yang sempat diobservasi karena melakukan kontak dengan salah satu pasien terkonfirmasi.

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium terbaru per 8 Mei 2026 menunjukkan hasil negatif Hantavirus.

Meski begitu, pemantauan terhadap kontak erat lainnya masih terus berlangsung. Prof. Tjandra juga mengingatkan bahwa terdapat warga negara ASEAN, termasuk dari Filipina dan Singapura, yang berada di kapal pesiar tersebut.

Situasi ini membuat dunia kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran lintas negara, terutama karena Andes virus termasuk salah satu jenis Hantavirus yang dapat menular antarmanusia.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru