Loading
Ilustrasi - Hasil pemeriksaan kadar kolesterol. (Freepik)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kadar kolesterol sering meningkat tanpa disadari karena tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kondisi ini dapat memicu penumpukan plak di arteri yang berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang.
Selain pola makan, para ahli mengungkap ada beberapa faktor tersembunyi yang berperan dalam peningkatan kolesterol, mulai dari genetika, kualitas tidur, hingga peradangan kronis dalam tubuh.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Jumat (1/5/2026), ahli kardiologi Bharat Sangani, MD dan Nathaniel Lebowitz, MD, menjelaskan bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab utama kolesterol tinggi yang kerap tidak disadari.
Salah satu faktor tersebut adalah lipoprotein (a) atau Lp(a) yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular meskipun kadar kolesterol rutin terlihat normal.
“Lp(a) adalah jenis partikel kolesterol yang sangat lengket dan dapat memicu pembekuan serta peradangan di arteri,” jelas Lebowitz.
Karena tidak dipengaruhi oleh pola makan atau gaya hidup, kondisi ini memerlukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi risiko sejak dini.
Selain genetika, kualitas tidur juga memiliki pengaruh besar terhadap kadar kolesterol dalam tubuh. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur metabolisme.
“Kurangnya istirahat berkualitas dapat mengganggu hormon yang mengatur metabolisme, yang menyebabkan perubahan tidak menguntungkan pada kolesterol,” kata Lebowitz.
Kurang tidur juga meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang dapat memicu kenaikan kolesterol LDL, penambahan berat badan, dan gangguan metabolisme lemak.
Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES menambahkan bahwa peningkatan kortisol dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengelola kolesterol secara optimal.
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah peradangan kronis. Kondisi ini bisa dipicu oleh gangguan autoimun, penyakit gusi, atau infeksi jangka panjang.
Menurut Lebowitz, peradangan kronis dapat mengganggu cara tubuh mengelola lemak dan mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak dinding arteri secara perlahan namun signifikan.
Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan profil lemak secara rutin, menjaga pola tidur yang baik, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup sehat untuk mengendalikan kadar kolesterol.
Langkah-langkah ini dinilai efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.