Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasannya


 Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Penjelasannya Ilustrasi -- Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur dapat mempengaruhi kesehatan. (Pixabay)

 JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur maupun beraktivitas fisik dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika terjadi dalam jangka panjang.

Secara normal, hidung berfungsi sebagai penyaring alami udara yang masuk ke tubuh. Hidung membantu menghangatkan, melembapkan, serta menyaring debu dan mikroorganisme sebelum udara mencapai paru-paru.

Namun, ketika seseorang lebih sering bernapas melalui mulut, proses perlindungan alami tersebut tidak terjadi. Akibatnya, udara yang masuk cenderung lebih dingin, kering, dan kurang bersih.

Menurut Asisten Profesor SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod yang dikutip dalam siaran Times of India pada Kamis (16/4/2026), kondisi ini dapat membuat sistem pernapasan bekerja lebih keras.

“Semua mekanisme perlindungan itu terlewati ketika pernapasan beralih ke mulut,” ujar Dr. Ullod, dikutip dari Times of India, Kamis (16/4/2026).

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, kelelahan, hingga penurunan konsentrasi. Efisiensi pertukaran oksigen juga disebut menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan manfaat optimal dari proses pernapasan.

Tanda awal kebiasaan ini biasanya terlihat sederhana, seperti bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun di malam hari karena rasa haus.

Dr. Ullod juga menekankan bahwa pola napas yang buruk dapat mengganggu kualitas tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memperburuk gangguan tidur seperti apnea tidur dan menyebabkan tubuh mudah lelah pada siang hari.

“Ini berkaitan dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi apnea tidur,” jelasnya.

Pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang bahkan dapat memengaruhi perkembangan struktur rahang dan gigi, serta meningkatkan risiko masalah gusi dan infeksi tenggorokan.

Untuk mengatasi kebiasaan ini, Dr. Ullod menyarankan langkah sederhana seperti menjaga kebersihan saluran hidung agar tidak tersumbat. Latihan pernapasan juga dapat membantu melatih kembali pola napas yang lebih sehat.

Selain itu, aktivitas fisik secara rutin disebut dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan membantu efisiensi sistem pernapasan secara keseluruhan.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru