Ilustrasi GERD ANTARAShutterstockOrawan Pattarawimonchai
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perjalanan mudik saat menjalankan ibadah puasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Karena itu, penting mengetahui langkah yang tepat untuk meredakan gejala jika kambuh selama perjalanan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi dari Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan ketika gejala GERD muncul saat mudik, terutama ketika masih menjalankan puasa.
“Ketika merasakan gejala GERD tetapi Anda masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala,” ujar Hasan dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Langkah pertama yang disarankan adalah melonggarkan pakaian yang ketat, terutama jika menggunakan ikat pinggang.
Menurut Hasan, tekanan pada area perut dapat memperburuk naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Posisi tubuh juga berperan penting dalam meredakan gejala GERD. Saat duduk di kendaraan, usahakan posisi tubuh tetap tegak dan tidak membungkuk.
Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut. Posisi ini membantu memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.
Hasan juga menyarankan melakukan teknik pernapasan dalam untuk membantu tubuh lebih rileks.
Tarik napas melalui hidung lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Cara ini dapat membantu merelaksasi otot saluran pencernaan sekaligus mengurangi rasa panik yang bisa memicu peningkatan produksi asam lambung.
Namun jika gejala tidak membaik dan muncul tanda yang lebih serius seperti nyeri ulu hati yang sangat hebat, muntah, atau sesak napas, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk tetap berpuasa.
“Segerakan berbuka dengan air hangat, bukan air dingin atau air dengan es batu, dan konsumsi obat jika diperlukan,” kata Hasan.
GERD merupakan gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik dari lambung ke kerongkongan sehingga mengiritasi lapisan saluran pencernaan.
Gejalanya dapat berupa rasa asam atau pahit di mulut, sensasi panas di dada atau ulu hati (heartburn), mual, muntah, begah, hingga nyeri dada.
Selama perjalanan mudik, kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor seperti makan terburu-buru saat sahur atau berbuka, konsumsi makanan pedas atau berlemak, minuman berkafein berlebihan, duduk terlalu lama, hingga stres dan kelelahan.
Bagi penderita GERD yang tetap ingin menjalankan puasa saat mudik, Hasan menyarankan beberapa langkah pencegahan, seperti:
Tetap makan sahur meski sedang dalam perjalanan
Pilih makanan dengan karbohidrat kompleks dan serat tinggi
Hindari makan terburu-buru
Jangan makan berlebihan saat berbuka
Beri jeda minimal tiga jam sebelum tidur setelah makan
Selain itu, pemudik juga dianjurkan untuk mengelola stres dengan baik dan beristirahat secara berkala di rest area selama perjalanan.
Mengetahui lokasi rumah sakit di jalur mudik juga penting sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis darurat.