Suara Serak Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai


 Suara Serak Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Suara serak sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Kondisi ini bisa muncul pada berbagai situasi, misalnya setelah bangun tidur di pagi hari, berbicara terlalu lama, atau saat sedang mengalami flu ringan. Pada umumnya, suara akan kembali normal setelah beberapa hari.

Namun, jika suara serak berlangsung lama dan tidak kunjung membaik, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Perubahan suara yang menetap dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada pita suara maupun organ di sekitarnya.

Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) sekaligus bedah kepala dan leher di Medanta The Medicity, Dr. K. K. Handa, menjelaskan bahwa suara serak sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu.

“Suara serak adalah gejala, bukan penyakit,” ujar Handa seperti dikutip dari Hindustan Times, Kamis (5/3/2026).

Dalam kehidupan sehari-hari, suara serak biasanya terjadi akibat iritasi atau peradangan pada pita suara. Beberapa faktor yang sering memicu kondisi ini antara lain terlalu sering berteriak, kebiasaan membersihkan tenggorokan berulang kali, merokok, paparan polusi udara, hingga refluks asam lambung.

Selain itu, gaya hidup modern juga dapat memberikan tekanan pada pita suara. Rapat daring yang berlangsung lama, pola makan yang tidak teratur, serta kurangnya asupan cairan dapat membuat pita suara bekerja lebih keras dan akhirnya memicu suara menjadi parau.

Menurut Handa, suara serak yang berlangsung lama juga bisa berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Suara serak yang terus-menerus terkadang bisa disebabkan oleh kondisi serius seperti nodul atau polip pada pita suara, atau penyakit refluks asam kronis yang mengiritasi kotak suara,” jelasnya.

Nodul dan polip pada pita suara merupakan pertumbuhan kecil yang umumnya muncul akibat penggunaan suara secara berlebihan atau iritasi yang berlangsung lama. Kondisi tersebut dapat membuat suara terdengar berat, parau, dan tidak stabil.

Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat memicu perubahan suara yang berlangsung lama dan membutuhkan penanganan medis agar tidak menimbulkan kerusakan permanen.

Pada kebanyakan kasus, suara serak akan membaik dalam beberapa hari. Namun, jika perubahan suara berlangsung lebih dari dua minggu, kondisi ini sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri tenggorokan yang tidak kunjung hilang, kesulitan atau rasa tidak nyaman saat menelan, batuk yang terus-menerus, sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan, serta suara yang terasa semakin lelah atau memburuk di akhir hari.

Pemeriksaan oleh dokter THT biasanya tergolong sederhana. Dokter akan melihat kondisi pita suara menggunakan kamera kecil untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut.

Dalam banyak kasus, masalah yang ditemukan berupa nodul pita suara, polip, atau peradangan akibat refluks asam lambung. Jika terdeteksi lebih awal, kondisi ini umumnya dapat diobati dengan baik.

Meski jarang terjadi, perubahan suara yang menetap juga dapat menjadi tanda awal penyakit serius pada laring, termasuk kanker. Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru