Loading
Ilustrasi Minum Air Putih (Takitu)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Air putih sering dianggap sebagai jawaban atas berbagai masalah kesehatan. Namun, benarkah semakin banyak minum air semakin baik untuk tubuh, khususnya ginjal?
Laporan Hindustan Times Senin (2/3/2026) menyebutkan, konsultan nefrologi dari ISIC Multispeciality Hospital, Dr. Udit Gupta, menegaskan bahwa anjuran “minum lebih banyak air” tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.
“Penting memahami bahwa kebutuhan cairan setiap individu berbeda. Tidak ada angka yang berlaku universal,” ujar Dr. Gupta.
Menurutnya, kebutuhan hidrasi dipengaruhi oleh berat badan, kondisi iklim, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan secara umum.
Seorang anak yang aktif berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas tentu memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan pekerja kantoran yang beraktivitas di ruangan berpendingin udara. Begitu pula orang yang banyak mengonsumsi buah dan sayuran—yang mengandung air tinggi—mungkin tidak memerlukan asupan air langsung sebanyak orang lain.
“Untuk menjaga kesehatan ginjal, yang terpenting adalah hidrasi yang konsisten sehingga produksi urine tetap normal, sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari pada orang dewasa. Untuk anak-anak, jumlahnya disesuaikan dengan usia dan ukuran tubuh,” jelasnya.
Artinya, fokus utama bukan sekadar menghitung jumlah gelas air, melainkan memastikan tubuh mampu memproduksi urine dalam jumlah wajar untuk membantu membuang racun.
Dr. Gupta juga mengingatkan bahaya minum air secara berlebihan. Kondisi ini dikenal sebagai overhidrasi, yakni ketika tubuh menerima cairan melebihi kebutuhan.
Overhidrasi dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah dan memicu kondisi serius bernama hiponatremia. Dalam situasi tertentu, kondisi ini berisiko mengganggu fungsi organ, termasuk ginjal.
“Bagi kebanyakan orang sehat, minum melampaui rasa haus tidak serta-merta meningkatkan fungsi ginjal secara signifikan. Ginjal kita bekerja efisien dalam rentang asupan cairan yang cukup luas,” tegasnya.
Banyak orang mengira urine yang benar-benar bening adalah tanda hidrasi optimal. Padahal, menurut Dr. Gupta, urine yang terlalu jernih justru bisa menjadi tanda overhidrasi.
Sebaliknya, warna kuning pucat dinilai sebagai indikator hidrasi yang cukup dan sehat.
Kesimpulannya, minum air memang penting, tetapi tidak perlu berlebihan. Dengarkan sinyal tubuh dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing agar kesehatan ginjal tetap terjaga.