Selasa, 27 Januari 2026

Tips Menyediakan Makanan Bergizi untuk Anak dengan Anggaran Terbatas


 Tips Menyediakan Makanan Bergizi untuk Anak dengan Anggaran Terbatas Ilustrasi - Siswa menunjukkan menu makanan saat uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Kepatihan Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2025). ANTARAFOTO/Maulana Surya/nym/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang untuk anak tidak selalu harus mahal. Dietisien Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD menekankan bahwa orang tua tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.

“Bahan lokal dan musiman harganya lebih bersahabat. Pilihan lain yang selalu tersedia dan murah antara lain telur, tempe, tahu, ikan, sayur, dan buah lokal,” ujar Diana dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (8/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.

 Menu sederhana seperti nasi, sayur bening, telur atau tempe goreng, serta buah sudah cukup membantu memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun, Diana menekankan pentingnya variasi menu agar anak tidak bosan.

“Variasi makanan bisa dikenalkan dengan mengganti jenis bahan dalam kelompok gizi yang sama, misalnya protein dari telur, ikan, ayam, tempe, atau kacang-kacangan. Bisa juga bahan yang sama diolah dengan cara berbeda agar anak tetap tertarik,” jelasnya.

 Pengenalan makanan baru sebaiknya dilakukan secara bertahap tanpa paksaan, diiringi contoh pola makan sehat dari orang tua dan suasana makan yang menyenangkan.

Diana menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan anak. Memberikan contoh langsung melalui pola makan sehari-hari dapat menanamkan kebiasaan gizi seimbang sejak dini.

“Orang tua sebaiknya memahami makanan yang aman dan sehat untuk anak, sekaligus mengenalkan konsep ‘Isi Piringku’ dengan cara menarik,” katanya.

Selain itu, orang tua dianjurkan untuk memantau pemenuhan gizi anak melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan, serta memperhatikan nafsu makan, tingkat aktivitas, dan daya tahan tubuh anak.

 “Anak dengan gizi cukup umumnya aktif, jarang sakit, dan memiliki energi yang baik untuk kegiatan sehari-hari,” tambah Diana.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru