Kamis, 22 Januari 2026

Waspada! Kepala Shower Bisa Semburkan Jutaan Bakteri ke Wajahmu, Begini Cara Aman saat Mandi


 Waspada! Kepala Shower Bisa Semburkan Jutaan Bakteri ke Wajahmu, Begini Cara Aman saat Mandi Ilustrasi Emmanuel Lafont yang memperlihatkan seorang wanita sedang mencuci rambutnya di bawah pancuran sambil dikelilingi oleh bakteri dan virus (Kredit: Emmanuel Lafont/bbc/com)

MANDI, biasanya jadi momen menyegarkan — air hangat, aroma sabun, dan uap yang menenangkan. Namun, siapa sangka semburan pertama dari kepala shower bisa mengandung jutaan bakteri mikroskopis yang bersembunyi di dalam pipa dan selang?

Ya, pancuran yang kita anggap membersihkan tubuh justru bisa menembakkan campuran air, uap, dan mikroba ke wajah kita. Di dalam pipa terakhir menuju kepala shower, terdapat ekosistem kecil berisi bakteri dan jamur yang tumbuh subur dalam kondisi lembap dan hangat.

Biofilm: “Kota” Mikroba di Dalam Pancuran

Para ahli menyebut koloni ini sebagai biofilm — lapisan lengket tempat bakteri dan jamur hidup bersama, menempel di permukaan pipa, gigi, hingga lambung kapal. Setelah air berhenti mengalir, sisa kelembapan dan nutrisi dari air serta bahan plastik selang menjadi “makanan” ideal bagi mikroba.

Ketika shower dinyalakan kembali, fragmen biofilm ini ikut terlepas dan terbawa air. Dalam berbagai penelitian, jumlah bakteri di kepala shower bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta sel per sentimeter persegi.

Sebagian besar tidak berbahaya, tapi sebagian lainnya bisa termasuk mikobakteri — kelompok bakteri yang mencakup jenis penyebab penyakit seperti tuberkulosis dan infeksi kulit. DNA jamur dari genus seperti Exophiala, Fusarium, dan Malassezia juga pernah ditemukan di kepala shower rumah tangga.

Risikonya Rendah, Tapi Tetap Ada

Menurut Frederik Hammes, ahli mikrobiologi air dari Swiss, kebanyakan orang tak perlu panik. Risiko tertular penyakit hanya tinggi jika shower terkontaminasi bakteri Legionella pneumophila, penyebab penyakit Legionnaire yang menyerang paru-paru.

Infeksi lebih sering terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, lansia, atau pasien dengan gangguan pernapasan. Karena itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan biasanya memiliki jadwal disinfeksi dan penggantian kepala shower yang ketat.

Penelitian di Amerika Serikat juga menemukan daerah dengan kadar mikobakteri tinggi di kepala shower — seperti Hawaii, Florida, dan New York — cenderung memiliki angka infeksi paru lebih besar. Faktor iklim hangat dan kadar klorin dalam air menjadi pemicu utamanya dilaporkan BBC

Material Shower Juga Berpengaruh

Jenis bahan kepala shower dan selangnya ternyata menentukan seberapa cepat biofilm terbentuk. Studi menunjukkan bahwa selang berbahan PVC-P (jenis plastik fleksibel) bisa menampung bakteri hingga 100 kali lebih banyak dibanding selang dari PE-Xc.

PVC-P melepaskan karbon ke air, yang menjadi sumber nutrisi bagi bakteri. Sebaliknya, bahan logam seperti baja tahan karat atau kuningan berlapis krom lebih sulit ditumbuhi mikroba.

Karena itu, memilih kepala shower sederhana berbahan logam dan selang pendek bisa membantu mencegah koloni bakteri berkembang terlalu cepat.

Mitos Shower “Antibakteri”

Banyak produk di pasaran mengklaim memiliki filter antibakteri atau logam perak yang bisa membunuh kuman. Namun, penelitian menunjukkan klaim tersebut tidak terlalu efektif.

Menurut Sarah-Jane Haig, ahli mikrobiologi dari University of Pittsburgh, kepala shower antibakteri hanya mengubah jenis mikroba yang hidup, bukan mengurangi jumlahnya secara signifikan. Bahkan, produk yang “menambahkan nutrisi” ke air justru bisa memperburuk kondisi dengan memberi makan mikroba yang tidak diinginkan.

Satu-satunya solusi teknologi yang relatif efektif adalah filter in-line, tetapi perangkat ini mahal dan membutuhkan tekanan air tinggi — kurang praktis untuk penggunaan rumah tangga.

Cara Aman Mengurangi Risiko Bakteri di Shower

Berita baiknya, kamu tidak perlu mengganti seluruh sistem air di rumah. Cukup lakukan beberapa kebiasaan sederhana berikut untuk menjaga kebersihan pancuran:

  1. Buang air pertama selama 1–2 menit sebelum mandi.Ini membantu mengeluarkan bakteri yang menumpuk semalaman di pipa.
  2. Gunakan air panas minimal 50–60°C secara berkala.Suhu ini bisa membantu membunuh bakteri seperti Legionella.
  3. Jangan berdiri tepat di bawah shower saat pertama kali menyalakannya.

          Biarkan air mengalir sebentar sebelum digunakan.

      4. Bersihkan kepala shower sebulan sekali.

         Rendam dengan air panas dan perasan lemon atau cuka untuk melarutkan kerak dan biofilm

      5. Pastikan ventilasi kamar mandi baik.

         Menyalakan exhaust fan bisa mengurangi partikel aerosol yang mungkin mengandung mikroba di udara.

       6. Ganti selang dan kepala shower tiap 12 bulan.

           Terutama jika di rumah ada anggota keluarga yang rentan secara kesehatan.

Bersih Itu Soal Kebiasaan

Kamar mandi bukan tempat steril — dan itu wajar. Faktanya, tubuh kita pun dipenuhi mikroba yang sebagian besar membantu menjaga keseimbangan alami. Jadi, jangan panik ketika tahu ada “penghuni kecil” di kepala shower.

Kuncinya ada pada perawatan rutin dan kesadaran kebersihan. Dengan langkah sederhana seperti mengalirkan air panas, menjaga ventilasi, dan membersihkan kepala shower secara berkala, kamu sudah bisa menekan risiko paparan bakteri berbahaya.

Pada akhirnya, mandi tetap bisa menjadi momen menyegarkan — asal kamu tahu cara membuat pancuranmu ikut sehat juga.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru