Loading
Diplomat asing dan jurnalis berlarian mendengar tembakan Israel. (SINDOnews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah rombongan delegasi diplomatik asing yang hendak memasuki kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki, Rabu (21/5), menurut keterangan pejabat Palestina.
Ahmed al-Deek, Asisten Menteri Luar Negeri Palestina yang turut mendampingi, mengatakan bahwa tembakan tersebut bertujuan untuk mengintimidasi dan mencegah para diplomat memasuki kamp yang telah dikepung militer Israel sejak 21 Januari 2025.
“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap norma dan konvensi diplomatik internasional,” ujar al-Deek kepada Anadolu Agency, dikutip Antara.
Menurut kantor berita Palestina Wafa, rombongan tersebut terdiri dari sekitar 35 duta besar, konsul, dan diplomat dari berbagai negara, termasuk Mesir, Yordania, Maroko, Uni Eropa, China, Turki, Inggris, Prancis, Kanada, India, Brasil, Jepang, dan lainnya.
Kunjungan tersebut direncanakan sebagai bentuk solidaritas dan pemantauan langsung terhadap situasi kemanusiaan di kamp Jenin yang terus memburuk akibat operasi militer Israel.
Baca juga:
Gelombang Pengakuan Palestina di Eropa: Simbol Perdamaian atau Awal Perubahan Politik Global?Al-Deek mengecam keras tindakan Israel tersebut dan menyerukan berakhirnya serangan terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Ia juga menuntut agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.
Kunjungan itu diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina agar para diplomat dapat menyaksikan langsung eskalasi serangan militer Israel. Kunjungan serupa sebelumnya juga dilakukan ke wilayah Tulkarem di Tepi Barat utara pekan lalu.
Militer Israel mengakui bahwa pasukannya telah melepaskan tembakan peringatan terhadap rombongan diplomat tersebut. Mereka mengeklaim bahwa rombongan itu menyimpang dari jalur yang telah disetujui sebelumnya dan memasuki zona pertempuran aktif.
Militer Israel menyebut bahwa pihaknya tengah meninjau insiden titu dan telah memerintahkan perwira di lapangan untuk segera berkomunikasi dengan perwakilan negara-negara terkait.
Pihak militer juga menyampaikan “penyesalan” atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan menyatakan bahwa Komandan Divisi Yudea dan Samaria (Tepi Barat) akan segera menggelar pertemuan pribadi dengan para diplomat untuk menyampaikan hasil awal dari penyelidikan insiden tersebut.
Sejak meletusnya perang di Gaza pada Oktober 2023, setidaknya 969 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka akibat serangan militer Israel dan aksi kekerasan pemukim ilegal di wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina selama puluhan tahun adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel dari Tepi Barat dan Yerusalem Timur.