Enam Terluka dalam Insiden Penusukan di Sekolah Korea Selatan


 Enam Terluka dalam Insiden Penusukan di Sekolah Korea Selatan Enam Terluka dalam Insiden Penusukan di Sekolah Korea Selatan. (The Korea Herald)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Setidaknya enam orang mengalami luka-luka setelah seorang siswa yang membawa pisau melakukan penusukan massal di sebuah sekolah menengah di Korea Selatan pada hari Senin.

Siswa tersebut, yang dilaporkan terdaftar dalam program pendidikan khusus karena disabilitas intelektual, diduga menargetkan guru dan staf di sekolah di Cheongju, 110 km selatan Seoul, sekitar pukul 8.40 pagi waktu setempat, demikian dilaporkan kantor berita Yonhap, dan dilansir The Independent.

Tidak ada siswa yang terluka dalam insiden tersebut. Para korban, termasuk kepala sekolah, dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka ringan hingga serius di wajah, perut, dan bagian tubuh lainnya. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Siswa berusia 18 tahun yang melakukan penusukan melarikan diri ke taman tepi danau terdekat dan kemudian melompat ke waduk. Seorang pejalan kaki bermarga Kim mengalami luka di kepala setelah bertemu dengan siswa yang tengah melarikan diri tersebut.

Tersangka diselamatkan dari waduk dalam waktu 12 menit setelah serangan dan dibawa ke rumah sakit setempat, kata polisi Cheongju.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki motif serangan tersebut.

Insiden Serupa di Korsel

Insiden penusukan itu terjadi tiga bulan setelah seorang guru menyerang seorang siswa berusia delapan tahun di sebuah sekolah dasar di Daejeon hingga tewas.

Minggu lalu, seorang pria berusia 33 tahun ditangkap karena menikam seorang wanita hingga tewas dan melukai pembeli lain di dalam supermarket setelah dilaporkan minum soju. Salah satu wanita itu, berusia 60-an, menderita serangan jantung dan meninggal di rumah sakit, sementara seorang karyawan toko mengalami luka-luka dalam serangan itu.

Meskipun Korea Selatan memiliki tingkat pembunuhan yang rendah yaitu 1,3 per 100.000 orang – di bawah rata-rata global yaitu enam per 100.000 – negara itu telah menyaksikan beberapa kejahatan kekerasan yang terkenal, termasuk penusukan, dalam beberapa tahun terakhir.

Di antara insiden kekerasan dalam beberapa bulan terakhir, di antaranya adalah penusukan di stasiun kereta bawah tanah yang menewaskan satu orang dan melukai tiga orang, serangan terhadap seorang guru sekolah menengah atas, dan seorang penyerang bersenjata pisau yang menabrak pejalan kaki sebelum menyerang pembeli di daerah Bundang dekat ibu kota Seoul.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru