Loading
Uji coba vaksin Malaria di Kamerun oleh WHO di awal 2024. (Foto Satu Harapan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Seorang pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) John Nkengasong, mengirim memo kepada para pemimpin senior di lembaga tersebut pada Minggu malam yang memberi tahu mereka bahwa semua staf lembaga yang bekerja dengan WHO harus segera menghentikan kolaborasi mereka dan menunggu arahan lebih lanjut.
Para ahli dilansir The Guardian, mengatakan penghentian mendadak itu mengejutkan dan akan menghambat pekerjaan dalam menyelidiki dan mencoba menghentikan wabah virus Marburg dan mpox di Afrika, serta ancaman yang muncul dari seluruh dunia. Hal itu juga terjadi saat otoritas kesehatan di seluruh dunia memantau wabah flu burung di antara ternak AS.
Baca juga:
World Peace Forum 2025: Jusuf Kalla dan Din Syamsuddin Serukan Spirit Damai dari Jakarta untuk DuniaAssociated Press dilaporkan melihat salinan memo Nkengasong, yang mengatakan kebijakan penghentian kerja berlaku untuk semua staf CDC yang terlibat dengan WHO melalui kelompok kerja teknis, pusat koordinasi, dewan penasihat, perjanjian kerja sama, atau cara lain secara langsung atau virtual. Disebutkan pula bahwa staf CDC tidak diizinkan untuk mengunjungi kantor WHO.
Donald Trump minggu lalu mengeluarkan perintah eksekutif untuk memulai proses penarikan AS dari WHO, tetapi itu tidak segera berlaku. Keluar dari WHO memerlukan persetujuan Kongres dan AS memenuhi kewajiban keuangannya untuk tahun fiskal saat ini. AS juga harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya.
Baca juga:
8 CEO Kereta Api di Asia Tenggara Gunakan Whoosh untuk Buktikan Kecanggihan dan KeandalannyaPemerintahannya juga memberi tahu badan kesehatan federal untuk menghentikan sebagian besar komunikasi dengan publik setidaknya hingga akhir bulan.
"Menghentikan komunikasi dan pertemuan dengan WHO adalah masalah besar," kata Dr. Jeffrey Klausner, pakar kesehatan masyarakat Universitas California Selatan yang bekerja sama dengan WHO dalam upaya melawan infeksi menular seksual.
“Orang-orang mengira akan ada penarikan yang lambat. Ini benar-benar mengejutkan semua orang,” kata Klausner, yang mengatakan bahwa ia mengetahuinya dari seseorang di CDC.
“Berbicara dengan WHO adalah jalan dua arah,” tambahnya, seraya mencatat bahwa WHO dan pejabat kesehatan AS saling mendapatkan manfaat dari keahlian masing-masing.
Kolaborasi ini, katanya, memungkinkan AS untuk mempelajari tentang tes dan perawatan baru serta tentang wabah yang muncul. "Informasi seperti ini dapat membantu kita melindungi warga Amerika di luar negeri dan di dalam negeri," tambahnya.
Pejabat di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
Namun, seorang pejabat kesehatan AS, yang tidak berwenang untuk berbicara tentang memo tersebu, mengonfirmasi penghentian tersebut dengan syarat anonim.