Kamis, 22 Januari 2026

Tembakan Darat Rusia Disebut Jadi Penyebab Jatuhnya Azerbaijan Airlines


 Tembakan Darat Rusia Disebut Jadi Penyebab Jatuhnya  Azerbaijan Airlines Tembakan darat disebut sebabkan Azerbaijan Airlines jatuh. (Detikcom)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan bahwa pesawat penumpang yang jatuh minggu lalu di dekat Kota Aktau di Kazakhstan mengalami kerusakan karena tembakan dari darat.

Dalam wawancara dengan televisi Azerbaijan pada Minggu (29/12), Aliyev mengatakan penyelidikan awal mengenai penyebab kecelakaan fatal itu telah dimulai, tetapi jawaban yang lebih lengkap akan muncul setelah pemeriksaan kotak hitam pesawat.

“Fakta-fakta menunjukkan bahwa pesawat sipil Azerbaijan mengalami kerusakan dari luar di wilayah Rusia, dekat Kota Grozny, dan hampir kehilangan kendali. Kami juga mengetahui bahwa alat perang elektronik membuat pesawat kami kehilangan kendali,” katanya dilansir Antara .

“Pada saat yang sama, akibat tembakan senjata dari darat, ekor pesawat juga mengalami kerusakan parah,” tambahnya.

Aliyev juga menyatakan bahwa, berdasarkan banyaknya lubang di tubuh pesawat, teori bahwa pesawat yang diaktifkan dengan sekawanan burung telah sepenuhnya dikesampingkan.

Dia kemudian menyebut teori ledakan di dalam pesawat yang dikirim oleh Rusia sangat disesalkan dan mengejutkan dan menurutnya menunjukkan bahwa Moskow berusaha menutupi kejadian tersebut.

Sambil mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan tentang aksi teror yang dimaksudkan sebagai penyebab kecelakaan, Aliyev menegaskan kembali bahwa kecelakaan tersebut akan terjadi sepenuhnya secara rinci.

Terkait dengan apa yang diharapkan Azerbaijan dari Rusia, Aliyev mengatakan telah memberi tahu Moskow bahwa Azerbaijan menginginkan permintaan maaf resmi terlebih dahulu.

"Kedua, Rusia harus mengakui kesalahannya. Ketiga, mereka yang bertanggung jawab harus menerima dan memberikan kompensasi harus dibayar kepada negara Azerbaijan, serta kepada penumpang dan anggota awak yang terluka. Ini adalah syarat-syarat kami," ucapnya.

Pada Rabu (25/12), pesawat Azerbaijan Airlines yang sedang terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny di Republik Chechnya, Rusia, jatuh tiga kilometer dari Aktau di pantai Laut Kaspia.

Pihak berwenang Kazakhstan mengatakan 38 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Embraer 190 itu yang membawa 67 orang di dalamnya, sementara 29 orang selamat. Penyusunan terhadap kejadian ini masih berlangsung.

Pernyataan awal Menyebutkan bahwa tabrakan dengan burung mungkin menyebabkan kecelakaan. 

Namun, rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan beberapa lubang besar di bagian ekor pesawat sehingga mengarah pada spekulasi tentang kemungkinan serangan.

Menurut pernyataan dari pemerintah Rusia pada Sabtu (28/12), Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan percakapan telepon dengan Aliyev soal pesawat yang jatuh itu.

Selama percakapan, Putin menyebutkan menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf bahwa insiden itu terjadi di wilayah udara Rusia. 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru