Kamis, 22 Januari 2026

Azerbaijan Airlines Jatuh dan Terbakar di Kazakhstan, 38 Orang Tewas, 29 Dilaporkan Selamat


 Azerbaijan Airlines Jatuh dan Terbakar di Kazakhstan, 38 Orang Tewas, 29 Dilaporkan Selamat Pesawat penumpang Azerbaijan Airlines jatuh di Kazakhstan, (The Guardian)

JAKARTA, ARAHKITA.COM Dua puluh sembilan orang selamat dan 38 lainnya tewas setelah sebuah pesawat penumpang yang dioperasikan oleh Azerbaijan Airlines terbakar dan jatuh di dekat kota Aktau di Kazakhstan. Pesawat itu jatuh setelah menyimpang ratusan mil dari rute yang direncanakan.

Penerbangan itu dilaporkan membawa 62 penumpang dan lima awak.

Pihak berwenang Kazakhstan dilansir The Guardian, mengatakan para korban selamat, diyakini termasuk dua anak yang saat ini dirawat di rumah sakit terdekat. Kementerian luar negeri Azerbaijan mengatakan beberapa korban dalam kondisi kritis.

Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari ibu kota Azerbaijan, Baku, ke kota Rusia Grozny di Chechnya. Kantor Berita Rusia Interfax melaporkan bahwa kedua pilot tewas dalam kecelakaan itu.

Rekaman video kecelakaan yang belum diverifikasi memperlihatkan pesawat terbakar saat menghantam tanah dan asap hitam tebal mengepul. Penumpang yang berlumuran darah dan memar terlihat terhuyung-huyung keluar dari bagian badan pesawat yang masih utuh.

Lebih dari 50 petugas penyelamat bergegas ke lokasi kejadian, dan berhasil memadamkan api di lokasi kecelakaan. Pejabat Kazakhstan kemudian mengatakan lebih dari 150 petugas darurat berada di lokasi kejadian, sementara kementerian kesehatan mengatakan sebuah pesawat yang membawa dokter spesialis sedang dikirim dari Astana, ibu kota Kazakhstan untuk merawat korban luka.

Pesawat itu jatuh ratusan mil dari rute yang dijadwalkan di tepi seberang Laut Kaspia, setelah apa yang dikatakan pengawas penerbangan Rusia sebagai keadaan darurat yang mungkin disebabkan oleh serangan burung.

Para pejabat tidak menjelaskan mengapa pesawat itu melintasi laut, tetapi Reuters mencatat bahwa kecelakaan itu terjadi tak lama setelah serangan pesawat nirawak menghantam Rusia selatan. Aktivitas pesawat nirawak telah menutup bandara di daerah itu di masa lalu dan bandara Rusia terdekat di jalur penerbangan pesawat itu ditutup pada Rabu pagi.

Jaksa utama transportasi Kazakhstan, Timur Suleimenov, mengatakan dalam sebuah pengarahan di Astana bahwa kotak hitam pesawat, yang berisi data penerbangan untuk membantu menentukan penyebab kecelakaan, telah ditemukan.

Kantor berita Rusia mengatakan pesawat itu terbang dari Baku ke Grozny di Chechnya, tetapi dialihkan karena kabut di Grozny.

Penjelasan Maskapai

Azerbaijan Airlines, maskapai penerbangan nasional negara itu, mengatakan Embraer 190 telah melakukan pendaratan darurat sekitar 2 mil (3 km) dari Aktau, pusat minyak dan gas di pantai timur Laut Kaspia.

"Hari ini adalah hari yang tragis bagi AZAL," kata maskapai itu di media sosial.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dengan kesedihan yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak pesawat yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan pesawat Embraer 190 di dekat kota Aktau."

Diinformasikan bahwa mereka yang berada di dalam pesawat terdiri dari 37 warga negara Azerbaijan, 16 warga negara Rusia, enam warga negara Kazakhstan, dan tiga warga negara Kirgistan.

Pihak maskapai mengatakan pihaknya telah menyiapkan saluran telepon khusus untuk keluarga korban kecelakaan, dan menambahkan bahwa, berbeda dengan laporan di lokasi kejadian, tidak ada anak-anak di antara para penumpang.

Beberapa jam setelah kecelakaan itu, Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan kriminal.

Pihak berwenang di Kazakhstan juga mengatakan bahwa sebuah komisi pemerintah telah dibentuk untuk menyelidiki apa yang telah terjadi. Pemerintah mengatakan bahwa Kazakhstan akan bekerja sama dengan Azerbaijan dalam penyelidikan tersebut.

Rekaman telepon seluler yang beredar di media sosial  memperlihatkan pesawat itu melakukan penurunan tajam sebelum menghantam tanah.

Rekaman lain menunjukkan sebagian badan pesawat terkoyak dari sayap dan bagian pesawat lainnya tergeletak terbalik di rumput. Rekaman tersebut sesuai dengan warna pesawat dan nomor registrasinya.

Ada spekulasi di media Rusia bahwa pesawat itu kemungkinan ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia, yang mengira sebagai pesawat tak berawak Ukraina.

Saluran Telegram Fighterbomber, yang diyakini dijalankan oleh Kapten Ilya Tumanov dari tentara Rusia, merilis sebuah klip yang menunjukkan apa yang tampak seperti lubang, yang menurut beberapa orang menyerupai jenis kerusakan yang disebabkan oleh penembakan atau ledakan pecahan peluru.

Fighterbomber mengatakan kecil kemungkinan lubang tersebut disebabkan oleh serangan burung.

Data pelacakan penerbangan dari FlightRadar24.com menunjukkan pesawat itu bergerak ke kanan saat mendekati bandara di Aktau, ketinggiannya naik turun secara signifikan selama menit-menit terakhir penerbangan. Dalam posting terpisah FlightRadar24 mengatakan secara daring bahwa pesawat itu menghadapi "gangguan GPS yang kuat" yang membuat pesawat mengirimkan data ADS-B yang buruk, merujuk pada informasi yang memungkinkan situs web pelacakan penerbangan mengikuti pesawat yang sedang terbang. Rusia sebelumnya telah disalahkan karena mengganggu transmisi GPS di wilayah yang lebih luas.

Menyusul berita kecelakaan itu, Ilham Aliyev, presiden Azerbaijan, mempersingkat kunjungannya ke Rusia di mana ia seharusnya menghadiri pertemuan puncak informal para pemimpin Persemakmuran Negara-negara Merdeka, sebuah kelompok negara-negara bekas Soviet, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Aliyev kemudian menandatangani dekrit yang menyatakan tanggal 26 Desember sebagai hari berkabung di Azerbaijan. "Dengan kesedihan yang mendalam, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih," tulisnya di media sosial.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru