Loading
Ilustrasi persiapan serangan darat Israel. (Foto detikcom)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Militer Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka telah memulai serangan terbatas terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan.
¨IDF memulai serangan darat terbatas dan tertarget berdasarkan intiligen akurat terhadap target dan infastruktur Hizbullah di Lebanon Selatan,¨ kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, Selasa, dikutip The Guardian.
Target-target tersebut menurut pernyataan tersebut, berlokasi di desa-desa di dekat perbatasan dan dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap komunitas Israel di utara.
¨Operasi Northern Arrows akan terus berlanjut sesuai dengan penilaian situasi dan sejalan dengan pertempuran di Gaza dan area-area lain,¨ lanjut pernyataan tersebut.
Komentar AS
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwaIsrael memberi tahu AS bahwa saat ini mereka tengah melakukan operasi terbatas terhadap Hizbullah di Lebanon.
"Inilah yang mereka informasikan kepada kami bahwa mereka tengah melakukan operasi terbatas yang menargetkan infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan," kata Juru Bicara Matthew Miller kepada wartawan.
"Saya akan membiarkan Israel berbicara tentang operasi militernya sendiri," kata Miller AS menanggapi pertanyaan tentang operasi terbatas, seraya menambahkan bahwa AS telah terlibat dalam pembicaraan dengan Israel.
Ketika ditanya oleh Anadolu dan dikutip Antara, tentang bagaimana AS mendefinisikan operasi terbatas tersebut, Miller mengatakan bahwa itu adalah definisi Israel, bukan definisi AS, dan merujuk pertanyaan lebih lanjut kepada pejabat Israel.
Mengenai korban sipil dalam serangan Israel di Lebanon, Miller mengatakan AS sama sekali tidak ingin melihat infrastruktur sipil menjadi sasaran, tetapi target Hizbullah adalah sah bagi tentara Israel.
"Kami mendukung serangan terhadap Hizbullah," kata Miller, tetapi menambahkan bahwa "kegiatan semacam ini dapat memungkinkan diplomasi dan juga dapat menyebabkan salah perhitungan, dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan."
Dia mengulangi pernyataan sebelumnya dari Pemerintah AS, yang mendesak diplomasi terhadap konflik Israel-Hizbullah, dan mengatakan bahwa AS tidak akan menyerah pada diplomasi.
Miller juga menyatakan kekhawatiran Washington atas dampak kemanusiaan dari operasi Israel di Lebanon, dengan memperingatkan bahwa operasi tersebut dapat "mendestabilisasi" kawasan tersebut.
Sejak 23 September, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap apa yang disebutnya sebagai target Hizbullah di seluruh Lebanon, menewaskan lebih dari 960 orang dan melukai lebih dari 2.770 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Beberapa pemimpin Hizbullah telah meninggal dunia dalam serangan tersebut, termasuk pemimpin kelompok tersebut, Hassan Nasrallah.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 41.600 orang yang sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas Oktober 2023.
Masyarakat internasional memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon dapat meningkatkan konflik Gaza menjadi perang kawasan yang lebih luas.