Yunani Kritik Berlin karena Tangguhka Schengen di Perbatasan Darat


 Yunani Kritik Berlin karena Tangguhka  Schengen di Perbatasan Darat Yunani kritik Jerman yang tangguhkan visa schengen di perbatasan. (Foto Tokopedia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Kamis (12/9), mengkritik Berlin atas keputusannya awal pekan ini untuk menangguhkan Schengen di perbatasan darat Jerman.

"(Masalah migrasi) ini membuat Jerman sibuk, tetapi jawabannya tidak bisa dengan menghapus perjanjian Schengen secara sepihak," katanya dalam sebuah wawancara dengan penyiar Talk Radio.

"Melempar bola ke negara lain tidak bisa ditoleransi," tambah Mitsotakis dilansir Antara.

Mitsotakis mengatakan bahwa Yunani telah melakukan bagiannya dalam menjaga perbatasannya, yang secara efisien juga merupakan perbatasan Uni Eropa (EU), melalui "kebijakan migrasi yang ketat tetapi adil."

"Kebijakan ini berdampak pada pengurangan masuknya migran di perbatasan dan menormalkan situasi di pulau-pulau tersebut. Kami mengirim pesan bahwa para penyelundup tidak memegang kendali," katanya.

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengumumkan pada Senin (10/9) bahwa negara itu akan memberlakukan kembali pemeriksaan di semua perbatasan darat untuk mengontrol migrasi tidak teratur.

Pada Selasa, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk juga mengecam Jerman atas tindakan tersebut, dengan mengatakan: "Tindakan seperti itu tidak dapat diterima dari sudut pandang Polandia."

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru