Dua Warga Selandia Baru Tewas akibat Longsoran Salju di Jepang


 Dua Warga Selandia Baru Tewas akibat Longsoran Salju di Jepang Foto ilustrasi salju. (pixabaycom)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dua orang dari Selandia Baru tewas dalam longsoran salju di Gunung Yotei di Jepang pada hari Senin (11/3). Orang ketiga, yang juga terjebak dalam longsoran salju, mengalami cedera bahu.

Kementerian Luar Negeri Selandia Baru memberi pernyataan bahwa polisi di Jepang telah mengkonfirmasi bahwa dua orang asing yang meninggal setelah terjadi longsoran salju.

Seorang juru bicara mengatakan: “Kedutaan Besar Selandia Baru telah menawarkan dukungan konsuler kepada keluarga mereka yang terlibat," demikian pernyataan yang dilansir The Independent.

Kedua warga negara Selandia Baru itu, tertimbun longsoran salju saat bermain ski di pedalaman Gunung Yotei, sekitar 90 km dari kota Sapporo di pulau Hokkaido.

Menurut The Japan Times, layanan penyelamatan mendapat informasi melalui panggilan darurat sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dan ada laporan mengenai dua orang yang terdampar di Gunung Yotei.

Gunung yang tingginya mencapai 1.898m meliputi wilayah Kutchan dan Niseko ini mengalami longsoran salju yang menimpa sekelompok pemain ski di lereng utara.

Berdasarkan laporan disebutkan bahwa satu orang dari kelompok tersebut berhasil kembali dari gunung, melaporkan cedera bahu. Korban selamat, bersama tiga orang lainnya, memberi tahu pihak berwenang tentang longsoran salju sekitar pukul 10 pagi.

Menurut situs olahraga Snow Brains, kedua korban terkubur di bawah salju setelah longsoran salju melanda. Mereka diangkut ke rumah sakit melalui udara tetapi dinyatakan sudah meninggal pada saat kedatangan.

Salah satu pemain ski diidentifikasi sebagai Isabella Bolton yang berusia 21 tahun, seangkan identitas korban lainnya belum diketahui.

Bolton lahir di Watford, Inggris, tetapi dibesarkan di Diamond Harbour dan Heathcote Valley di Canterbury, tempat dia bersekolah.

“Isabella penuh vitalitas dan semangat hidup. Semangat petualang dan kecintaannya pada ski dan alam terbuka membawanya untuk belajar Diploma in Outdoor Adventure Guiding di Banff, Kanada.”

Dia memiliki pengalaman bekerja di lapangan ski di Kanada, Tekapo, dan Wanaka sebelum pindah ke Niseko, Jepang, pada bulan November tahun lalu, di mana dia dilaporkan unggul dalam perannya sebagai pemandu ski.

Menurut The Japan Times, Observatorium Meteorologi Distrik Sapporo menyatakan bahwa tidak ada peringatan longsoran salju yang berlaku di kawasan Gunung Yotei, dan tidak terjadi hujan salju lebat pada saat kejadian.

Akumulasi salju diperkirakan selama 48 jam menjelang kejadian berkisar antara 5 hingga 10 cm, tingkat yang biasanya tidak dikaitkan dengan pemicu longsoran salju.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru