Pangeran Harry dan Istrinya Meghan Markle Tiba di Pegunungan Atlas Maroko


 Pangeran Harry dan Istrinya Meghan Markle Tiba di Pegunungan Atlas Maroko Pangeran Harry dan Meghan Markle lakukan kunjungan ke Maroko (Instagram)

ASNI, MAROKO, ARAHKITA.COM - Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya Meghan Markle, yang sedang hamil, tiba di Pegunungan Atlas Maroko pada Minggu (24/2/2019), tempat dimanan mereka akan memberikan dukungan bagi pendidikan remaja perempuan pedesaan.

Kunjungan atas permintaan Pemerintah Inggris itu merupakan yang kedua ke Kerajaan Maroko dalam beberapa tahun belakangan ini oleh seorang anggota keluarga kerajaan Inggris, setelah lawatan Pangeran Charles tahun 2011 lalu. Sedangkan Ratu Elizabeth mengunjungi Maroko pada tahun 1980.

Harry dan Meghan tiba di Casablanca pada Sabtu (23/2/20190 malam. Kemudian pada Minggu keduanya bertemu dengan remaja putri di asrama yang dikelola Education for All di Pegunungan Atlas.

Education for All merupakan satu lembaga swadaya masyarakat yang membangun asrama dekat sekolah-sekolah untuk mengurangi tingkat putus sekolah di antara anak-anak perempuan yang berusia 12 hingga 18 tahun.

Ketika pasangan tersebut tiba, para remaja dari asrama itu mengibarkan bendera-bendera Maroko dan Inggris.

"Pangeran Harry akan melihat pekerjaan yang dilakukan untuk mempromosikan pendidikan remaja perempuan, memberdayakan anak-anak muda dan mendukung anak-anak dari latar belakang yang kurang menguntungkan," kata Istana Kensington.

Meghan akan berperan serta dalam upacara melukis tubuh dengan henna demi kecantikan, keberuntungan dan kegembiraan.

Sementara di Asni, Harry dan Meghan akan bertemu dengan siswa-siswa setingkat sekolah lanjutan atas dan para guru setempat dan setelah itu menghadiri pertandingan sepakbola.

Desa Asni hanya berjarak 15 km dari Imlil, lokasi panjat tebing dan treking, tempat dua wanita Skandinavia tewas pada Desember. Empat tersangka orang Maroko ditangkap karena kasus pembunuhan itu. Pihak berwenang mengatakan mereka bertindak sendiri walaupun para tersangka telah berjanji patuh kepada kelompok IS di satu video.

"Kunjungan itu berita bagus bagi orang-orang di kawasan itu setelah peristiwa tragis tersebut," kata Mike McHugo, pendiri Education for All.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru