Ilustrasi - Orang-orang berjalan di bawah teriknya matahari di Quezon City, Filipina, Selasa (30/4/2024). ANTARA/Xinhua/Rouelle Umali/aa.
SEOUL, ARAHKITA.COM – Kota Seoul, Korea Selatan, resmi menetapkan peringatan gelombang panas tingkat tertinggi pada Selasa (4/8/2026). Langkah ini diambil setelah suhu udara di ibu kota diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius, salah satu suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam musim panas tahun ini.
Menurut Dinas Meteorologi Korea, status peringatan mulai berlaku pukul 11.00 waktu setempat untuk sejumlah wilayah di bagian tenggara dan barat laut Seoul. Sebanyak 11 distrik masuk dalam cakupan peringatan, di antaranya Gangnam, Songpa, Gangseo, dan Gwanak.
Ini menjadi pertama kalinya peringatan panas tertinggi diberlakukan sejak sistem peringatan cuaca panas Korea Selatan mulai diterapkan pada 1 Juni 2026.
Baca juga:
Yoon Suk Yeol Kembali Dihukum, Tambahan 30 Tahun Penjara atas Operasi Drone ke Korea UtaraPeringatan tingkat tertinggi diterbitkan apabila suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau lebih, atau suhu maksimum harian menyentuh 39 derajat Celsius, setelah wilayah tersebut mengalami suhu minimal 35 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut.
Dampak Gelombang Panas Terus Bertambah
Cuaca panas yang semakin ekstrem mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Pemerintah Seoul melaporkan terdapat 18 kasus penyakit akibat paparan panas hanya pada Senin (3/8).
Dengan tambahan tersebut, total korban terdampak gelombang panas sejak 15 Mei 2026 telah mencapai 185 orang, termasuk dua korban meninggal dunia.
Pemerintah Kota Seoul menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk melindungi warga.
Ribuan Tempat Berlindung Disiapkan
Sebagai upaya mengurangi risiko, pemerintah Seoul melakukan penyiraman jalan untuk menekan suhu permukaan serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk warga yang tinggal di kawasan permukiman padat.
Selain itu, sekitar 4.000 lokasi telah disiapkan sebagai tempat perlindungan sementara dari gelombang panas. Lokasi tersebut meliputi pusat komunitas, balai warga, hingga pusat kegiatan lansia yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat dari suhu ekstrem dikutip Antara.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan juga mengirimkan pesan singkat kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau untuk memperbanyak minum air putih, beristirahat di tempat yang sejuk, menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta memperhatikan kondisi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia.
Gelombang panas yang melanda Korea Selatan menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi dan memerlukan kesiapsiagaan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.