Selasa, 04 Agustus 2026

Belgia Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Capai 36 Derajat Celsius dan Ancam Hasil Panen


 Belgia Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Capai 36 Derajat Celsius dan Ancam Hasil Panen Ilustrasi - gelombang panas Eropa. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

BRUSSEL, ARAHKITA.COM – Belgia menghadapi salah satu hari terpanas pada musim panas tahun ini. Institut Meteorologi Kerajaan Belgia pada Senin (3/8/2026) mengeluarkan peringatan panas oranye untuk hampir seluruh wilayah negara tersebut setelah suhu diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius.

Peringatan berlaku di hampir seluruh Belgia, kecuali provinsi West Flanders dan East Flanders yang diperkirakan tetap lebih sejuk berkat pengaruh angin dari Laut Utara. Di kawasan pesisir, suhu diprediksi bertahan di kisaran 24–25 derajat Celsius, jauh lebih rendah dibandingkan wilayah pedalaman.

Sementara itu, daerah pedalaman diperkirakan mengalami suhu tertinggi hingga 36 derajat Celsius, menjadikannya hari terpanas sepanjang pekan. Kondisi cuaca juga berpotensi berubah pada sore hari dengan munculnya badai petir lokal, terutama di wilayah timur dan selatan Belgia.

Namun, dampak gelombang panas tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mulai menghantam sektor pertanian. Kekeringan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat para petani buah dan sayuran menghadapi penurunan hasil panen, ukuran produk yang lebih kecil, serta biaya produksi yang terus meningkat.

Ketua Dewan REO Auction, Dirk Declercq, yang juga merupakan petani endive di Roeselare, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca memaksa para petani mengubah pola kerja mereka. Untuk menghindari suhu ekstrem, penyiraman tanaman dan pekerjaan di lahan kini dilakukan pada malam hari atau sebelum matahari terbit.

Menurutnya, jika sebelumnya lahan hanya perlu diairi satu hingga dua kali dalam sepekan, kini banyak petani harus melakukan penyiraman setiap hari. Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap ketersediaan pasokan air yang semakin terbatas.

Situasi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada pasokan pangan dalam beberapa pekan mendatang. Hasil panen yang menurun berpotensi membuat jumlah produk di rak supermarket berkurang sekaligus mendorong kenaikan harga.

"Alam yang berkuasa," ujar Declercq. Ia menyebut hasil panen endive di sejumlah lahan bahkan mengalami penurunan hingga 75 persen, mencerminkan besarnya dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian Belgia dikutip Antara.

Gelombang panas yang melanda sejumlah negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir semakin memperlihatkan besarnya tantangan perubahan iklim. Selain mengancam kesehatan masyarakat, suhu ekstrem juga meningkatkan risiko kekeringan, mengganggu produksi pangan, dan memperbesar tekanan terhadap ketahanan pangan di kawasan tersebut.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru