Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. /ANTARA/gov.uk.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump apabila hal tersebut diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris.
Pernyataan itu disampaikan Burnham di tengah spekulasi mengenai bagaimana hubungan pemerintah Inggris yang baru dengan Gedung Putih akan berkembang di bawah kepemimpinan Trump.
Sebelumnya, surat kabar Daily Mail pada Jumat (24/7/2026) mengutip sumber yang dekat dengan Gedung Putih yang menyebut Trump masih bersedia "mentoleransi" Burnham. Bahkan, sumber tersebut menyatakan Trump berharap Burnham bukan menjadi perdana menteri Inggris terakhir yang ia hadapi selama masa jabatannya.
Meski demikian, Burnham menegaskan bahwa perbedaan pandangan dengan Trump bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan Minggu, ia mengatakan tidak mungkin menjamin akan selalu sejalan dengan Presiden AS tersebut.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya tidak akan memiliki pandangan yang berbeda dengannya (Trump), atau bahwa saya tidak perlu menyampaikan gagasan lain yang menurut saya benar bagi Inggris," ujar Burnham.
Baca juga:
Menhan AS: Biaya Perang Melawan Iran Tembus 37,5 Miliar Dolar AS, Pentagon Minta Dana TambahanSaat ditanya apakah dirinya memercayai Trump, Burnham memilih tidak memberikan jawaban secara langsung. Menurutnya, dinamika politik global terus berubah sehingga setiap situasi harus disikapi berdasarkan perkembangan yang terjadi.
Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus selalu menempatkan kepentingan negaranya di atas segala pertimbangan lain.
"Anda harus membela kepentingan nasional Anda sendiri di atas segalanya. Itulah yang harus dilakukan jika ingin menjalankan tugas ini dengan benar," tegasnya dikutip Antara.
Burnham resmi mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris dari Keir Starmer pada Senin lalu melalui proses serah terima pemerintahan.
Di dalam negeri, kepemimpinannya juga langsung menghadapi tantangan politik. Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, sebelumnya mendesak agar digelar pemilihan umum setelah Burnham mengumumkan rencana melakukan "perubahan terbesar" terhadap sistem politik dan perekonomian Inggris dalam empat dekade terakhir.
Pernyataan Burnham mengenai sikapnya terhadap Trump diperkirakan menjadi sinyal awal bahwa pemerintah Inggris akan berupaya menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat, namun tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan luar negeri.