Ilustrasi - Gelombang pana Eropa. (ANTARA/Anadolu)
ROMA, ARAHKITA.COM – Gelombang panas ekstrem kembali melanda Italia. Pemerintah setempat menetapkan status merah atau tingkat peringatan tertinggi di 15 kota besar menyusul lonjakan suhu yang dinilai membahayakan kesehatan masyarakat.
Peringatan yang diumumkan Kementerian Kesehatan Italia pada Kamis itu tidak hanya ditujukan kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Kondisi cuaca kali ini juga dinilai berisiko bagi orang dewasa muda yang sehat apabila terpapar panas dalam waktu lama.
Bahkan, Milan diperkirakan akan bergabung dalam daftar wilayah berstatus merah mulai Jumat (17/7/2026), menandakan gelombang panas masih terus meluas.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Italia ANSA, kota-kota yang telah berstatus merah meliputi Bari, Campobasso, Genoa, Latina, Palermo, Pescara, Rieti, Viterbo, Bologna, Brescia, Florence, Frosinone, Perugia, Roma, dan Turin.
Status merah atau level tiga merupakan kategori peringatan tertinggi dalam sistem peringatan gelombang panas di Italia. Kondisi ini menunjukkan suhu tinggi berlangsung dalam periode cukup panjang sehingga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, termasuk bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki masalah kesehatan dikutip Antara.
Para ilmuwan menilai meningkatnya frekuensi gelombang panas merupakan salah satu dampak krisis iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia. Selain suhu ekstrem, perubahan iklim juga dikaitkan dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem lainnya seperti kekeringan, badai yang lebih kuat, hingga banjir dengan intensitas lebih besar.
Emisi gas rumah kaca sendiri sebagian besar berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Pemanasan global yang terus berlangsung membuat berbagai wilayah di dunia semakin sering menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas yang terus meningkat.