Senin, 24 Agustus 2026

Serangan di Selat Hormuz Makin Memanas, Dua Kapal Tanker UEA Dihantam Rudal Iran, 1 Tewas dan 8 Terluka


 Serangan di Selat Hormuz Makin Memanas, Dua Kapal Tanker UEA Dihantam Rudal Iran, 1 Tewas dan 8 Terluka Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) dihantam rudal saat melintasi jalur pelayaran di Selat Hormuz. Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya. Insiden ini menambah kekhawatiran dunia terhadap keamanan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Kementerian Pertahanan UEA pada Selasa (14/7/2026) menyatakan bahwa dua kapal tanker yang menjadi sasaran adalah Mombasa dan Al Bahiyah. Keduanya diserang ketika melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di perairan Oman.

Korban tewas diketahui merupakan seorang awak kapal berkewarganegaraan India yang bertugas di kapal Mombasa. Sementara itu, delapan orang lainnya mengalami luka-luka, terdiri atas enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina. Empat di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Akibat serangan tersebut, kedua kapal mengalami kerusakan material dan sempat dilalap kebakaran. Namun, pihak berwenang memastikan api berhasil dipadamkan sehingga situasi di kapal kini telah terkendali.

UEA mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Pemerintah UEA juga menilai aksi itu mengancam stabilitas dan keamanan kawasan serta menegaskan berhak mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya dikutip Antara.

Di sisi lain, Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengungkapkan telah menerima laporan dari nakhoda salah satu kapal tanker yang menyebut kapalnya dihantam proyektil tak dikenal di ruang mesin pada sisi lambung kanan.

Menurut UKMTO, lokasi insiden berada sekitar 40 mil laut di timur laut Qalhat, Oman. Otoritas terkait kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti serangan tersebut.

UKMTO juga mengimbau seluruh kapal yang melintasi kawasan Selat Hormuz agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keselamatan pelayaran.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran selama tiga hari berturut-turut. Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan pertahanan Teheran di kawasan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global sekaligus mendorong kenaikan harga energi dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru