Minggu, 16 Agustus 2026

Kebakaran Hutan Dahsyat di Spanyol, 11 Orang Tewas saat Gelombang Panas Ekstrem Mengamuk


 Kebakaran Hutan Dahsyat di Spanyol, 11 Orang Tewas saat Gelombang Panas Ekstrem Mengamuk Kebakaran Hutan Dahsyat di Spanyol, 11 Orang Tewas saat Gelombang Panas Ekstrem Mengamuk. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gelombang panas ekstrem yang terus melanda Eropa Selatan kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 11 orang meninggal dunia setelah kebakaran hutan besar melanda wilayah Andalusia, Spanyol selatan. Kobaran api yang bergerak sangat cepat membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran hutan paling mematikan di Spanyol tahun ini. Selain menelan korban jiwa, kebakaran juga memaksa sekitar 1.000 warga dievakuasi dan memicu pengerahan besar-besaran tim pemadam kebakaran.

Dilaporkan dan dikutip dari BBC, pemerintah daerah Andalusia menyatakan sedikitnya 11 orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran yang melanda kawasan Los Gallardos, Provinsi Almería.

Sebanyak 150 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Sejumlah saksi mata menduga kebakaran bermula dari kabel listrik yang putus sebelum api merambat ke kawasan hutan. Namun hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Api Menyebar Cepat, Korban Ditemukan di Dalam Mobil

Sebelas korban ditemukan di desa kecil Bédar yang berada di dekat Los Gallardos. Sebagian korban ditemukan meninggal di dalam kendaraan mereka, sementara yang lain diduga tewas ketika berusaha melarikan diri dari kobaran api yang menyebar sepanjang malam.

Menteri Kesehatan dan Keadaan Darurat Andalusia, Antonio Sanz, mengatakan kebakaran berlangsung sangat cepat dan memiliki karakteristik yang kompleks sehingga menyulitkan proses evakuasi maupun pemadaman.

Sebelumnya pemerintah daerah sempat melaporkan jumlah korban tewas mencapai 12 orang. Namun setelah proses identifikasi lebih lanjut, angka tersebut diperbarui menjadi 11 korban meninggal.

Pemimpin Pemerintah Andalusia, Juanma Moreno, menyebut peristiwa ini sebagai sebuah tragedi besar.

"Hati kami berat dan kami hancur oleh kesedihan," tulisnya melalui akun X setelah skala bencana mulai terungkap.

Enam Orang Terluka dan Seribu Warga Dievakuasi

Selain korban meninggal, enam orang mengalami luka-luka. Satu korban harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat menghirup asap tebal, sementara satu lainnya mengalami luka bakar serius.

Empat korban lainnya mendapat penanganan medis di lokasi karena mengalami luka bakar ringan dan gangguan pernapasan akibat asap.

Layanan darurat juga menutup sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kebakaran serta mengevakuasi sekitar 1.000 penduduk demi keselamatan.Pemerintah Spanyol turut mengerahkan Unit Darurat Militer (UME) untuk membantu operasi pemadaman kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.

Gelombang Panas Memperparah Kebakaran di Eropa Selatan

Kebakaran di Spanyol terjadi ketika Eropa Selatan sedang menghadapi gelombang panas berkepanjangan dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius. Kondisi serupa juga memicu kebakaran hutan besar di Prancis dan Portugal, sehingga ratusan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api di berbagai wilayah.

Perdana Menteri Pedro Sánchez sebelumnya telah mengumumkan bahwa Spanyol akan mengerahkan operasi pemadaman kebakaran musim panas terbesar sepanjang sejarah negara itu sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.

Pada Juni lalu, Spanyol juga mencatat suhu rata-rata harian tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1950. Bahkan, beberapa wilayah diperkirakan mencapai suhu hingga 42 derajat Celsius.

Perubahan Iklim Disebut Memperburuk Risiko Kebakaran

Data European Forest Fire Information System (EFFIS) menunjukkan sekitar 393.000 hektare lahan terbakar di Spanyol sepanjang tahun lalu. Luas tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah modern dan lebih dari enam kali lipat rata-rata kebakaran yang terjadi pada periode 2006–2024.

Sementara itu, layanan iklim Copernicus menyebut Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, yakni dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Kondisi tersebut meningkatkan frekuensi gelombang panas, memperburuk kekeringan, mengurangi ketersediaan air, dan membuat kebakaran hutan menjadi semakin besar serta sulit dikendalikan.

Musim kebakaran tahun lalu bahkan tercatat sebagai yang terburuk di Uni Eropa sejak pendataan dimulai pada 2006, dengan lebih dari satu juta hektare lahan terbakar.

Penelitian terpisah dari kelompok World Weather Attribution di Imperial College London juga mengaitkan memburuknya musim kebakaran di kawasan Mediterania dengan dampak perubahan iklim.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa upaya serius menekan laju perubahan iklim, kebakaran hutan ekstrem di Eropa diperkirakan akan semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru