NATO Gandeng Bank dan Investor Swasta demi Perkuat Industri Pertahanan


 NATO Gandeng Bank dan Investor Swasta demi Perkuat Industri Pertahanan NATO meluncurkan inisiatif pendanaan swasta untuk memperkuat industri pertahanan. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – NATO mulai mengubah strategi pembiayaan pertahanannya. Di tengah tekanan anggaran yang dihadapi banyak negara anggota, aliansi militer itu kini mengajak sektor swasta mengambil peran lebih besar dalam mendukung industri pertahanan dan keamanan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran inisiatif baru bertajuk "Call to Action", yang bertujuan mengalirkan lebih banyak modal komersial ke sektor pertahanan. Program ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi, meningkatkan kapasitas produksi militer, sekaligus memperkuat kesiapan pertahanan negara-negara anggota NATO.

Inisiatif tersebut diumumkan dalam Defense Industry Forum, forum industri pertahanan pertama yang digelar bersamaan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO.

Melalui program tersebut, NATO mendorong lembaga keuangan komersial untuk memperbesar penyaluran kredit maupun investasi ekuitas kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan kebutuhan terhadap kemampuan militer terus meningkat sehingga memerlukan dukungan pembiayaan yang jauh lebih besar.

Menurut Rutte, industri pertahanan membutuhkan tambahan modal agar mampu memperluas kapasitas produksi sekaligus mempercepat inovasi teknologi militer. Meski investasi swasta ke sektor ini mulai bertambah dalam beberapa tahun terakhir, nilainya masih dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi NATO untuk membangun model pembiayaan bersama antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan demikian, beban investasi pertahanan tidak lagi sepenuhnya ditanggung anggaran negara dikutip Antara.

Dalam kerangka inisiatif itu, negara-negara anggota NATO diharapkan membangun mekanisme pembiayaan domestik yang dapat mempermudah keterlibatan investor swasta.

Sejumlah lembaga keuangan besar dunia seperti Barclays, Citi, dan Deutsche Bank telah bergabung dalam skema tersebut.

NATO mengungkapkan bahwa institusi-institusi keuangan yang terlibat telah menghimpun dana sekitar 217 miliar dolar AS untuk investasi yang berkaitan dengan sektor keamanan.

Respons terhadap Tekanan Belanja Pertahanan

Dorongan memperbesar peran sektor swasta muncul ketika NATO berupaya mempercepat pembangunan kembali stok persenjataan serta meningkatkan kapasitas produksi industri militernya.

Upaya itu juga berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat yang menginginkan negara-negara anggota NATO menaikkan anggaran pertahanan dari 2 persen menjadi 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan kondisi fiskal yang semakin ketat di banyak negara Eropa, pendanaan dari pasar komersial kini dipandang sebagai salah satu solusi penting untuk mendukung ekspansi industri pertahanan NATO di masa depan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru